Tujuan Tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah Tujuan Tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah

            Tujuan Tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah sama dengan tujuan Islam, yaitu menuntun manusia agar mendapatkan ridha Allah, sejahtera di dunia dan bahagia di akhirat. Tujuan TQN tergambar dalam mukadimah yang mesti dibaca oleh setiap ikhwan manakala ia akan melakukan dzikrullah. Kalimat yang dimaksud adalah:

 “Tuhanku, Engkaulah yang aku maksud dan keridhaan-Mu yang aku cari. Beriah aku kemampuan untuk bisa mencintai-Mu dan makrifat kepada-Mu.” [2]

            Doa tersebut wajib dibaca oleh para ikhwan Tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah setiap selesai sholat minimal dua kali sebagai mukadimah dan akhir pengalaman dzikir. Dalam doa tersebut terkandung empat macam tujuan TQN, yaitu:

  1. Taqarub ilallah SWT.

Ialah mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan dzikrullah yang mana dalam hal ini dapat dikatakan tak ada sesuatupun yang menjadi tirai penghalang antara abid dengan ma’bud, antara khalik dengan makhluk.

  1. Menuju jalan mardhatillah

Ialah menujualan yang diridhai Alah SWT. Baik dalam ‘ubudiyyah maupun di luar ubudiyyah. Maka dalam segala gerak-gerik manusia diharuskan mengikuti/menaati perintah-perintah Tuhan dan menjauhi/meninggalkan larangan-larangan-Nya.

  1. Kemakrifatan (al-makrifat); melihat Tuhan dengan mata hati.
  2. Kecintaan (mahabbah) terhadap Allah “Dzat Laisa Kamislihi Syaiun”, yang mana dalam mahabbah itu mengandung keteguhan jiwa dan kejujuran hati.[3]
  3. Dasar-Dasar Tharekat Qodiriyah Naqsabandiyah

            Adapun dasar-dasar TQN agar dapat mencapai tujuan sebagaimana tertulis di atas, dijelaskan oleh Tuan Syekh sendiri sebagai berikut:

Tinggi cita-cita. Barang siapa yang tinggi cita-citanya maka menjadi tinggilah martabatnya.

  1. Memelihara kehormatan. Barang siapa memelihara kehormatan Alla, Allah akan memelihara kehormatannya.
  2. Memperbaiki khidmat. Barang siapa memperbaii khidmat, ia wajib meperoleh rahmat.
  3. Melaksanakan cita-cita. Barang siapa berusaha mencapai cita-citanya, ia akan selalu memperoleh hidayah-Nya.
  4. Membesarkan nikmat. Barang siapa membesarkan nikmat Allah berarti ia bersyukur kepada Allah SWT. Barang siapa bersyukur kepada Allah SWT, maka ia akan mendapatkan tambahan nikmat sebagai yang dijanjikan Allah.

 

RECENT POSTS