Tujuan Pemberian Vitamin K

  1. a)      Sebagai profilaksis pada bayi baru lahir
  2. b)      Vit K dapat mencegah: (PDVK/ Penyakit yang dapat Dicegah dengan Vitamin K):

(1)     Perdarahan spontan atau akibat trauma

(2)     Umum : pendarahan kulit, mata, hidung, dan saluran cerna, hepatomegali ringan

(3)     Pendarahan intrakranial

Pemberian Vit K intramuskuler:

  1. a)        Prosedur atau tindakan klinik

(1)     Dilakukan dalam kerangka membantu perawatan atau pengobatan BBL.

(2)     Dilakukan oleh dokter, bidan dan atau perawat.

  1. b)        Harus diperhatikan dampak atau efek samping

(1)     Akibat obat yang diberikan

(2)     Akibat cara pemberian/Prosedur

Vitamin K1 (Phytomenadione)

Kemasan ampl : 10 mg /ml dan 2 mg/ ml

Cara pemberian

Lokasi: Muskulus quadriseps pada bagian antero-lateral paha

Risiko kecil terinjeksi secara Intra Vena atau mengenai tulang femur dan jejas pada nervus skiatikus.

Efek samping/ komplikasi pemberian Vit K

Akibat Vit K1 (Efek farmakologik,Reaksi alergi/kepekaan genetik )

  1. a)        Reaksi anafilaksis (pemberian Intra Vena)
  2. b)        Anemia hemolitik (vit K3)
  3. c)        Hiperbilirubinemia (dosis tinggi)

Kesalahan prosedur, kesalahan teknik:

  1. a)     Salah lokasi injeksi

(a)    Menusuk arteri atau vena

(b)   Jejas pada saraf

(c)    Kerusakan jaringan lokal.

(d)   Hematom pada lokasi suntikan

  1. b)     Suntikan tidak steril

(a)    Infeksi lokal karena kontaminasi abses, selulitis

(b)   Reaksi sistemik :  infeksi, sepsis, Bila terkontaminasi  Staphylococcus aureus beberapa jam sakit

Upaya menghindari komplikasi

  1. a)       Memilih obat yang tepat

Vit K 1 sebagai anti perdarahan

  1. b)       Memilih area penyuntikan yang tepat
  2. c)        Menentukan dengan tepat petunjuk secara anatomis;
  3. d)       Membersihkan area penyuntikan;
  4. e)        Mencari tempat alternatif untuk penyuntikan berikutnya;
  5. f)         Melakukan aspirasi sebelum penyuntikan;
  6. g)        Menghindari mengeluarkan obat (“tracking”) ke jaringan superfisial;
  7. h)        Menggunakan jarum yang cukup panjang untuk mencapai tempat penyuntikan yang dituju.
  1. Profilaksis mata

Beri salep mata antibiotika pada kedua mata untuk merawat mata bayi. Tetes mata untuk pencegahan infeksi mata dapat diberikan setelah ibu dan keluarga memomong dan diberi ASI. Pencegahan infeksi tersebut menggunakan salep mata tetrasiklin 1 %. Salep antibiotika tersebut harus diberikan dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Upaya profilaksis infeksi mata tidak efektif jika diberikan lebih dari satu jam setelah kelahiran.

Cara pemberian profilaksis mata :

  1. a)      Cuci tangan (gunakan sabun dan air bersih mengalir)
  2. b)      Jelaskan apa yang akan dilakukan dan tujuan pemberian obat tersebut.
  3. c)      Berikan salep mata  dalam satu garis lurus mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju kebagian luar mata.
  4. d)     Ujung tabung salep mata tak boleh menyentuh mata bayi.
  5. e)      Jangan menghapus salep mata dari mata bayi dan anjurkan keluarga untuk tidak menghapus obat-obat tersebut.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/