Terbentuknya Alam SemestaTerbentuknya Alam Semesta

Asal Alam Semesta

Kajian (studi)  tentang sifat evolusi dan asal alam semesta (universe) disebut Kosmologi.  Kesimpulannya masih mengandung ketidakpastian tetapi teori Dentuman Besar (Big Bang)  atau teori Bola Api Purba (Primeval Fireball)  yang dikemukakan di sini menunjukkan konsensus yang masih disepakati di antara ahli – ahli astronomi.  Gagasan ini pertama kali ditemukan oleh ahli astronomi Belgia,  Abbe Georges Lemaitre dalam tahun 1927 dan seperti ahli-ahli yang lain menyatakan bahwa teori ini dapat berubah bahkan gugur bilamana diperoleh fakta,  kejelasan,  dan bukti lanjut yang lebih baik.

  1. Pandangan Orang Yunani Kuno

Orang Yunani pada zaman dahulu mengira bahwa langit dengan bumi, sehingga bumi nampak sangat kecil bila dibandingkan dengan langit. Mereka mengira bahwa bumi diatur oleh dewa-dewa, ada dewa Helios diakui sebagai dewa matahari dan dewa Zeus diakui sebagai dewa Guntur. Anggapan seperti itu ternyata semakin lama semakin diakui oleh masyarakat, hal itu berkat pengamatan dan pengiriman yang lebih teliti dan maju oleh orang-orang sesudah zaman itu, misalnya Pythagoras, Aristoteles, Ptolomeus dan lain sebagainya.

  1. Pandangan menurut Galileo Galilei

Galileo Galilei hidup pada zaman setelah ditemukannya teleskop, pada tanggal 7 Januari 1610 Galilei dengan menggunakan teleskop menemukan bahwa Yupiter bukan hanya setitik cahaya kecil, melainkan berupa bola besar dengan 4 buah pengiringnya. Ia menemukan jalur hitam dipermukaan bulan dan diduga laut atau samudra. Dia juga membenarkan teori Corpenicus, karena dia menyetujui teori Corpenicus maka dia dihukum (dipenjara) oleh Pengadilan Gereja sampai meninggal. Pada masa ini gereja memegang kekuasaan terbesar sehingga jikalau ada pendapat yang bertentangan maka akan dihukum.

  1. Model Big Bang

Gagasan Big Bang didasarkan pada alam semesta yang berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan mengembang.  Semua galaksi di alam semesta akan memuai dan menjauhi pusat ledakan.  Pada model Big Bang,  alam semesta berasal dari ledakan sebuah konsentrasi materi tunggal beberapa 1010 tahun yang lalu yang secara terus menerus berekspansi sehingga pada keadaan yang lebih dingin (pergeseran merah galaksi) seperti sekarang.  Beberapa helium yang ditemui dalam bintang-bintang sekarang kemungkinan berasal dari reaksi nuklir dalam bola api kosmik yang padat. George Gamow (fisikawan) mengkaji model asal alam semesta ini dan menghitung ledakan yang menghasilkan sejumlah besar letupan foton-foton.  Ia memprediksi foton ini,  tergeser merah oleh ekspansi alam semesta yang diamati sekarang sebagai foton-foton gelombang radio dan temperatur 3 K merupakan penjelasan yang baik sebagai radiasi latar yang ditemukan oleh Arno Penzias dan Robert Wilson di Amerika tahun 1965

Fakta menunjukkan bahwa alam semesta mengembang kecepatan yang meningkat dengan jarak, karena cahaya galaksi lebih jauh tergeser merah lebih besar maka ia terlihat pada bumi kurang energik daripada ia tidak tergeser merah (foton merah kurang energik daripada foton biru) dengan memakai konstanta Hubble 100Km s-1/megaparsek, diperoleh bahwa pada jarak 3000 megaparsek, kecepatan resesi (pergeseran merah) adalah 3.105 Km/s = kecepatan cahaya. Jadi galaksi yang berjarak lebih dari 3000 megaparsek (horizon alam semesta yang diamati) tidak pernah terlihat.

Galaksi mengandung hidrogen sekitar tiga kali lebih banyak daripada helium.  Pengamatan ini dapat dijelaskan sebagai akibat pendinginan alam semesta setelah dentuman besar.  Di atas temperatur 10 milyar derajat,  netron dan proton terlepas bebas dari intinya.  Begitu alam semesta menjadi dingin,  netron dan proton bergabung membentuk inti helium pada 10 milyar derajat,  menyisakan kelebihan proton sebagai inti hydrogen karena terdapat 14 proton untuk setiap 2 netron sebelum inti atom dibentuk,  maka setiap inti helium menangkap 2 proton dan 2 netron,  menyisakan kelebihan 12 proton sebagai inti hidrogen,  bersesuaian dengan radio massa hidrogen terhadap helium sebesar tiga berbanding satu.

RECENT POSTS