Teknis Penyadapan Tanaman Karet

Teknis Penyadapan Tanaman Karet

a. Kedalaman Irisan sadap 

Kedalaman irisan sadap akan berpengaruh terhadap panjang usia penyadapan. Jika kedalaman sadap terlalu dalam maka produksi lateks pada waktu yang akan datang akan menurun. Penyadapan dilakukan dengan menyisakan kulit sedalam maksimal 1.5 mm dari kambium atau kayu. Hal ini dimaksudkan agar tanaman pada usia 25 tahun masih bisa disadap. Penyadapan yang terlalu dalam (sisa kulit <>

Penyadapan dilakukan dengan menggunakan pisau sadap. Pisau sadap terdiri dari dua jenis yaitu Pisau sadap tarik dan Pisau sadap dorong. Pisau sadap tarik digunakan untuk menyadap batang ke arah bawah (pada panel Bo) (mulai ketinggian 130 cm sampai ke pertautan ukulasi/kaki gajah). Pisau sadap atas digunakan untuk penyadapan ke arah atas (pada panel Ho).

b. Intensitas dan Waktu Penyadapan 
Intensitas penyadapan adalah jumlah penyadapan yang dilakukan pada waku tertentu. Ada beberapa jenis intensitas penyadapan yaitu d/2 dan d/3. d/2 berarti tanaman disadap 2 hari sekali biasanya pada TM 1 dan TM2 serta d/3 berarti tanaman disadap 3 hari sekali untuk tahun-tahun berikutnya. Intensitas penyadapan tidak boleh terlalu sering karena hal ini akan menyebabkan tanaman terserang Brown Bast (BB) atau KAS (Kering Alur Sadap) apabila tanaman sudah terkena penyakit ini maka produksi akan turun.

Waktu penyadapan yang paling baik adalah pada pukul antara 04.30-07.30 pagi. Pada waktu-waktu tersebut diperkirakan tekanan turgor mencapai maksimum pada saat menjelang subuh dan akan menurun pada waktu siang hari. Jumlah dan aliran lateks sangat ditentukan oleh tekanan turgor sel tanaman karet.

Berdasarkan panjang Irisan, Intensitas dan arah penyadaapan maka dapat disusun macam-macam sistem sadap. Sistem sadap yang dirangkai sepanjang waktu produksi disebut dengan Sistem eksploitasi.


Baca Juga :