SYARAT TAYAMMUM

SYARAT TAYAMMUM

  1. Sudah masuk waktu shalat ;
  2. Sudah diusahakan mencari air, tetapi tidak dapat, sedangkan waktu sudah masuk;
  3. Dengan tanah yang suci dan berdebu;
  4. Menghilangkan najis;

 RUKUN TAYAMMUM :

  1. Niat (karena hendak mengerjakan shalat);
  2. Mengusap muka dengan tanah;
  3. Mengusap kedua tangan sampai siku dengan tanah;
  4. Menertibkan rukun-rukun

PEMBATAL TAYAMMUM :

  1. Telah ditemukan air bagi orang yang bertayammum karena ketidakadaan air,
  2. Telah adanya kemampuan menggunakan air,
  3. Tidak sakit lagi  bagi orang yang bertayammum karena ketidakmampuan menggunakan air.

CARA TAYAMMUM :

                                                    بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ،

 فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya (HR. Bukhari – Muslim)

Dan dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,

وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً

“Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.

 

DALIL WAJIBNYA MANDI SYAR’I

Firman Allah Swt. : 4

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Artinya :

            “,……. dan jika kamu junub Maka mandilah……” (Al-Maidah ayat 6)



Pengertian Mandi Syar’i (wajib) :

Yang dimaksud dengan al ghuslu (Mandi) secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al ghuslu (Mandi) secara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus untuk menghilangkan hadats besar

Fardu Rukun Mandi Syar’i (wajib) :

  1. Niat. Orang yang junub hendaklah berniat (menyengaja) menghilangkan hadas junubnya, perempuan yang baru habis (selesai) haid atau nifas hendaklah menghilangkan hadas kotorannya.
  2. Mengalirkan air keseluruh badan.

Sunat-sunat Mandi Syar’i (wajib) :

  1. Mandi di hari jum’at;
  2. Mandi Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Qur’ban;
  3. Mandi orang gila apabila ia sembuh dari gilan, karena ada sangkaan (kemungkinan) ia keluar mani.
  4. Mandi sehabis memandikan mayat;
  5. Mandi seorang kafir setelah memeluk agama Islam.