Sejarah Serta Kimia Dan Pengertian Cengkeh

    Home/Pendidikan / Sejarah Serta Kimia Dan Pengertian Cengkeh
Sejarah Serta Kimia  Dan Pengertian Cengkeh

Sejarah Serta Kimia Dan Pengertian Cengkeh

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Pengertian Cengkeh

Minyak cengkeh atau minyak cengkeh adalah minyak esensial yang dihasilkan oleh penyulingan bagian tanaman cengkeh, khususnya daun dan bunga anyelir. Semua bagian tanaman cengkeh mengandung minyak, tetapi bunganya memiliki kandungan minyak tertinggi.  Karena daun cabang cengkeh juga menghasilkan minyak, keduanya juga menjadi penghasilan tambahan bagi petani cengkeh yang mengumpulkan bunga cengkeh untuk rokok. Mereka hanya mengumpulkan dedaunan dan ranting yang roboh di sekitar pohon dan membuat distilasi sederhana untuk mendapatkan minyak cengkeh mentah

Sejarah Cengkeh
Reformasi bidang kedokteran dari Swiss, Philippus Aureolus Paracelcus pada abad ke-16 memperkirakan bahwa tanaman yang harum menerima aromanya dari beberapa senyawa di dalamnya. Dia menyebutnya esentia kelima. Hipotesis adalah kunci untuk kelahiran industri minyak atsiri di Eropa. Produksi minyak cengkeh pertama tidak dapat dilepaskan dari sejarah penjajahan Belanda di Indonesia. Di Eropa ketika minyak lavender sangat populer, yang merupakan minyak esensial yang merupakan hasil dari penyulingan bunga lavender. Tak lama setelah itu dengan kehadiran cengkeh di Eropa, berbagai tanaman yang berbau enak, termasuk cengkeh, disuling untuk mendapatkan minyak.

Kandungan kimia
Minyak cengkeh mengandung eugenol hingga 78-98 persen. [4]: 125 Substansi diproduksi oleh kelenjar minyak yang ditemukan di permukaan tubuh bunga cengkeh. [4]: 24
Secara umum, daun anyelir dan ranting mengandung lebih banyak konsentrasi eugenol daripada bunga cengkeh. Dalam minyak yang dihasilkan oleh daun cengkeh terdapat 82-88% eugenol dan rantingnya mencapai 90-95%. Dibandingkan dengan minyak bunga cengkeh yang hanya mengandung 60-90% eugenol, sisanya adalah eugenylacetate, caryophyllene dan senyawa minor lainnya [5].

manfaat
Minyak cengkeh digunakan dalam industri untuk memproduksi obat-obatan gigi, perasa, parfum [4]: ​​16, sebagai anti-jamur, anti-bakteri dan anti-serangga. [6]: 29 Minyak cengkeh juga dapat digunakan sebagai ahli anestesi untuk pengganti sianida [3]: 9 sehingga perusahaan perikanan dapat lebih ramah lingkungan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kuwait menemukan bahwa minyak cengkeh memiliki kemanjuran yang setara dengan benzocaine sebagai obat penghilang rasa sakit di mulut. [7] [8] [9] Meskipun dikenal sebagai bantuan dari sakit gigi, FDA meragukannya.

banalitas
Minyak cengkeh hadir dalam novel Parfum Patrick Süskind. Dalam novel tersebut, dinyatakan bahwa minyak cengkeh adalah salah satu campuran untuk menghasilkan parfum dengan aroma yang kuat untuk dapat membangkitkan orang yang tidak sadar.

Sumber : https://rumus.co.id/