Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

    Home/Pendidikan / Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss
Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Belajar dari Kisah Sukses Swiss

Jakarta-Menjawab ajakan pemerintah kepada sektor industri agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia

melalui pendidikan vokasi, demikian Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto menyebut latar belakang berkumpulnya lintas pihak dalam seminar Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia: Implementasi Pembelajaran Dual System, di Kampus Universitas Prasetiya Mulya. Acara ini berlangsung berkat dukungan Astra dan Triputra

“Agar inisiatif yang kami lakukan mampu menjangkau potensi setempat, membekalinya dengan pendidikan serta ketrampilan yang selaras dengan karakteristik dan kebutuhan industri terkait. Pemerintah telah memfasilitasi dalam bentuk kebijakan hingga insentif, dunia usaha juga telah melakukannya, dan kini, kami mencoba belajar dari praktik terbaik di negara lain. Melalui vokasi, dunia usaha dapat membuat lembaga pendidikan yang sesuai kebutuhan kami,” ujarnya.

Menggandeng Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kedutaan Besar RI di Bern,

Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Eka Tjipta Foundation (ETF), Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Politeknik Sinar Mas Berau (Poltek Simas Berau) bersama Univesitas Prasetiya Mulya serta beberapa perusahaan lain, pihaknya berupaya agar model pendidikan dual vocational education and training yang lazim disebut dual system dapat dipahami lebih mendalam, dan kemudian direplikasi pada sejumlah lembaga pendidikan vokasi Indonesia yang telah dan akan berdiri.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang hadir sebagai pembicara kunci menyampaikan, revitalisasi akan terfokus pada lembaga pendidikan vokasi yang telah ada berikut pembenahan kurikulum, fasilitas dan infrastruktur, berikut kualitas tenaga pendidik,

“Sehingga para lulusan pendidikan tinggi vokasi tidak saja memegang ijazah

, namun memiliki pula sertifikat kompetensi. Jangan sampai para lulusan memiliki ijazah, tapi tidak kompeten. Dengan begitu, nantinya sebelum bekerja, mereka tidak lagi ditanya berasal dari perguruan tinggi mana, tapi cukup ditanya apa sertifikat kompetensi yang dimiliki,” ujar Menristekdikti.

Senada dengan Menristekdikti tentang sertifikat kompentensi, Sulistiyanto mengatakan pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah memberlakukan super tax deductible atau insentif fiskal dalam bentuk keringanan pajak bagi industri yang berinvestasi pada pendidikan vokasi, serta aktivitas penelitian dan pengembangan. “Harapannya, seluruh inisatif perusahaan dalam pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan tersertifikasi, berkesempatan mendapatkan insentif tadi

 

Baca Juga :