Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

    Home/Teknologi / Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam
Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

Posted in Teknologi gjlkc 0

Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

Renungan untuk menjalin persahabatan yang dalam

 

Memang benar, bahwa manusia tidak akan bisa bertahan hidup

tanpa ada orang-orang disekitarnya. Jika alasan keberadaan orang disekitar kita adalah untuk bertahan hidup seperti yang kita pahami selama ini, itu artinya bahwa pola pikir kita masih berada dijaman primitif, keberadaan orang-orang disekitar kita, hanya dijadikan sebagai pelindung, seperti manusia purba membutuhkan orang lain untuk menaklukkan alam. Kita hanya mempersepsikan fungsi kehadiran orang lain selama ini dalam artian fisik.
Lebih jauh dari itu, sahabat adalah orang-orang yang terikat secara psikologis keberadaannya. Dia bukan hanya hadir didekat kita tetapi juga hadir dalam hati, dan terkadang kehadirannya absen didekat kita, tetapi tetap hadir dihati. Kata pepatah “Jauh dimata dekat dihati”. Itulah sahabat. Mungkin beberapa orang memiliki defenisi yang berbeda. Tetapi kita akan sepakat bahwa sahabat itu tertulis dan terkenang dalam hati, bukan sekedar hadir dalam kehidupan sehari-hari dalam penampakan fisik. Dia memiliki sikap empati yang lebih dalam jika dibandingkan dengan orang lain. Lebih duluan menangis daripada tangisan kemanusiaan orang lain.

Siapa-siapa sajakah sahabat kita selama ini?

Sangat sulit diketahui siapa-siapa saja mereka, karena dia adalah urusan hati dan kemungkinan orang yang kita benci selama ini, itu adalah sahabat sejati, tetapi belum menampakkan diri secara fisik. Tapi kita dapat medeteksi keberadaan mereka dalam masalah ekstrem yang kita hadapi. Sahabat sejati ada dikala kita bahagia ataupun sedih, dia akan ikut bahagia ataupun sedih melebihi rasa bahagia dan kesedihan orang lain. Kalau dia tidak memiliki rasa itu, berarti keberadaan dia selama ini didekatmu hanyalah sebuah ilusi.

Memang benar apa kata Imam Ali ketika ditanya

 siapa saja sabahatmu wahai Amirulmu’minim? Beliau menjawab, saya tidak tahu, karena saya sekarang ada diatas. Terkadang dalam kehidupan sehari-hari kita akan berjumpa dengan orang-orang yang “bermuka bersahabat”. Mereka sebenarnya adalah orang-orang munafik seperti harimau berbulu domba.

Kategori sahabat adalah kedudukan yang sangat mulia dan tertinggi yang lahir dari proses yang teruji….!!!

Sumber : https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/4VWj/what-is-geography-concept