Proses Kembalinya Indonesia Sebagai Negara Kesatuan

    Home/Umum / Proses Kembalinya Indonesia Sebagai Negara Kesatuan
Proses Kembalinya Indonesia Sebagai Negara Kesatuan

Proses Kembalinya Indonesia Sebagai Negara Kesatuan

Posted in Umum gjlkc 0

Proses Kembalinya Indonesia Sebagai Negara Kesatuan

Belanda punya niat melancarkan politik devide et impera dalam
wilayah Indonesia. Setelah jalankan agresi militer pertama,
Belanda membagi Indonesia dalam enam negara bagian, yakni Negara
Indonesia Timur, Negara Sumatra Timur, Negara Sumatra Selatan,
Negara Madura, Negara Jawa Timur, dan Negara Pasundan. Selain
itu, Belanda termasuk mendirikan sembilan area otonom di wilayah
Indonesia.

Setelah mendirikan enam negara boneka dan sembilan daerah
otonom, Belanda membentuk pemerintah federal selagi yang akan
berfungsi sampai terbentuknya Negara Indonesia Serikat (NIS). Dalam
hal ini, RI baru bakal diizinkan masuk dalam NIS jikalau permasalahan
dengan Belanda telah dapat diatasi.
Selain itu, Belanda berusaha mengikis RI bersama melaksanakan
Agresi Militer II. Belanda menghendaki jikalau RI dilenyapkan, Belanda
dapat bersama enteng sesuaikan negara-negara bonekanya. Akan tetapi,
perhitungan Belanda meleset. Agresi militer Belanda II, menyebabkan
Indonesia beroleh simpati dari dunia internasional. Akhirnya,
Belanda mesti mengakui kedaulatan Indonesia berdasarkan hasil
Konferensi Meja Bundar.
Pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan
penandatanganan pengakuan kedaulatan.
Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh
Belanda, Indonesia beralih wujud menjadi
negara Serikat. Akibatnya, terbentuklah
Republik Indonesia Serikat. Meskipun
demikian, bangsa Indonesia bertekad untuk
mengubah RIS lagi menjadi Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Kurang dari
delapan bulan jaman berlakunya, RIS berhasil
dikalahkan oleh dorongan persatuan bangsa
Indonesia.
Negara Indonesia Timur (NIT) yang merupakan negara boneka
Belanda pertama, ternyata banyak mengalami kerusuhan. Oleh karena
itu, Presiden NIT yakni Cokorde Gde Raka Sukawati mengumumkan
keinginan NIT untuk join bersama Indonesia. Keinginan NIT
diikuti oleh negara-negara boneka yang lain.
Selanjutnya, pada tanggal 19 Mei 1950 diadakan konferensi yang
dihadiri oleh wakil-wakil RIS dan RI bersama keputusan inti sebagai
berikut.
a. Kesediaan bersama untuk lagi mewujudkan NKRI.
b. Ada perubahan Konstitusi seperti penghapusan senat, susunan
DPRS baru, kabinet sifatnya parlementer, dan DPA dihapuskan.

Selain itu, disepakati pula bahwa Soekarno selamanya menjadi presiden
NKRI. Pada tanggal 17 Agustus 1950 bendera Merah Putih dikibarkan
di depan istana bekas gubernur jenderal Belanda yang telah dijadikan
Istana Merdeka. Kedaulatan telah tercapai, tiba saatnya untuk isikan

Baca Juga :