PGRI: Segera Proses Guru Honorer yang Lolos PPPK

PGRI Segera Proses Guru Honorer yang Lolos PPPK

PGRI Segera Proses Guru Honorer yang Lolos PPPK

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia

(PGRI) Unifah Rosyidi meminta agar pemerintah segera memroses kepegawaian para guru honorer yang telah lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, mereka telah lolos sejak sembilan bulan lalu.

“Kami minta agar guru honorer yang telah lolos PPPK diproses kepegawaiannya, karena sampai ini belum juga diproses. Padahal mereka sudah lolos sejak beberapa bulan yang lalu,” katanya dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-74 di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/11).

Unifah menambahkan dalam dua tahun terakhir, perekrutan PNS guru

mendapatkan porsi paling besar. Selain itu, pemerintah memberikan kesempatan kepada honorer di atas usia 35 tahun untuk menjadi PPPK meski sebelumnya tidak diatur dalam UU ASN.
“Jadi, kita harus yakin, pemerintah tidak akan tinggal diam, mencari formula dan melakukan langkah-kangkah strategis, bagaimana mempertemukan antara kualitas dan kesejahteraan guru,” katanya.

Saat ini, kata Unifah, Indonesia mengalami kekurangan guru karena selama 10 tahun terakhir tidak ada pengangkatan guru honorer. Kemudian 52 persen guru yang ada berstatus guru swasta dan honorer dengan gaji terbatas.

Dalam kesempatan itu, PGRI menyampaikan penghargaan dan apresiasi

terhadap visi Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin, yakni “SDM Maju Indonesia Unggul”. “Visi Presiden ini, kami maknai sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa di tengah kancah global. Meletakkan pendidikan dalam pembangunan bangsa berarti menghargai keutamaan guru. Apresiasi kami sampaikan kepadaMendikbud yang mendorong kreativitas guru di dalam kelas dan mendorong kemerdekaan belajar,” katanya.

Dia juga menambahkan jika semua guru terus bergerak dengan tanggung jawab masing-masing, meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas, memperlakukan siswa setara tanpa perbedaan, menjaga toleransi, menyejukkan Indonesia dengan ketulusan dan kasih sayang, maka SDM unggul Indonesia Maju dapat terwujud.

 

Baca Juga :