pengertian dan jenis Gelombang Elektromagnetik

    Home/Pendidikan / pengertian dan jenis Gelombang Elektromagnetik
pengertian dan jenis Gelombang Elektromagnetik

pengertian dan jenis Gelombang Elektromagnetik

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Gelombang Elektromagnetik: Definisi, Properti, Jenis, dan Rumus dengan Contoh Masalah Lengkap

– Apakah Anda tahu arti dari gelombang elektromagnetik? Jika Anda tidak mengetahuinya, Anda berhak mengunjungi gurupendidikan.com. Pada kesempatan ini, kami menjelaskan sepenuhnya definisi gelombang elektromagnetik, sifat gelombang elektromagnetik, jenis gelombang elektromagnetik, rumus gelombang elektromagnetik, bersama dengan contoh masalah. Karena itu, mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Memahami gelombang elektromagnetik

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat tanpa media. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa sifat terukur. Yaitu panjang gelombang / panjang gelombang, frekuensi, amplitudo / amplitudo, kecepatan. Amplitudo adalah ketinggian gelombang, dan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melewati suatu titik dalam satuan waktu.

Frekuensi

tergantung pada kecepatan rambat gelombang. Karena kecepatan (kecepatan cahaya) energi elektromagnetik adalah konstan, panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin lama gelombang, semakin rendah frekuensi, semakin pendek gelombang semakin tinggi frekuensi.

Energi elektromagnetik dilepaskan atau dilepaskan pada berbagai tingkatan tergantung pada durasi alam semesta. Semakin tinggi tingkat energi dari sumber energi, semakin pendek panjang gelombang dari energi yang dihasilkan dan semakin tinggi frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk klasifikasi energi elektromagnetik.

Menurut Christian Huygens (1629-1695),

seorang ilmuwan Belanda mengatakan bahwa cahaya pada dasarnya sama dengan suara dan gelombang. Perbedaan antara cahaya dan suara hanya dalam panjang gelombang dan frekuensi. Dalam teori ini, Huygens berpikir bahwa setiap titik di muka gelombang dapat dianggap sebagai sumber gelombang baru, dan arah muka gelombang selalu tegak lurus dengan muka gelombang masalah.

Teori Huygens dapat secara akurat menggambarkan pantulan cahaya, refraksi, gangguan, atau peristiwa difraksi, tetapi dalam teori Huygens sulit untuk menjelaskan sifat cahaya yang merambat lurus.

Dasar teori perambatan gelombang

elektromagnetik dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell pada teori dinamika medan elektromagnetik dalam makalah Royal Society berdasarkan hasil karyanya dari tahun 1861 hingga 1865 (Bahasa Inggris: Teori dinamika medan elektromagnetik).

James Clerk Maxwell (1831 – 1879) dari ilmuwan Inggris (Skotlandia) menyatakan bahwa rambatan gelombang elektromagnetik sama dengan rambatan cahaya cepat 3 x 108 m / s, oleh karena itu Maxwell mengatakan cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Kesimpulan Maxwell didukung oleh:

Ilmuwan Jerman, Heinrich Rudolf Hertz (1857-1894) yang membuktikan bahwa gelombang elektromagnetik adalah gelombang transversal. Ini konsisten dengan fakta bahwa cahaya dapat menunjukkan gejala polarisasi.
Eksperimen oleh ilmuwan Belanda, Peter Zeeman (1852-1943), menyatakan bahwa ada kemungkinan medan magnet yang sangat kuat dapat memengaruhi cahaya.
Eksperimen Stark (1874 – 1957) adalah seorang ilmuwan Jerman yang mengungkapkan bahwa medan listrik yang sangat kuat dapat memengaruhi cahaya.

sumber : https://rumusbilangan.com/