Penilaian Persediaan

    Home/Pendidikan / Penilaian Persediaan
Penilaian Persediaan

Penilaian Persediaan

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Penilaian Persediaan

Penilaian Persediaan

Penilaian Persediaan

Penilaian persediaan adalah hal yang penting dalam menyusun laporan keuangan. Sesuai prinsip akuntansi persediaan harus dicatat berdasarkan harga perolehannya. Harga barang yang sering berubah-ubah menyebabkan perusahaan dihadapkan pada masalah yang cukup rumit. Banyak metode dalam akuntansi yang dapat digunakan untuk menghitung nilai persediaan namun tidak satupun yang dapat dikatakan paling tepat. Penggunaan suatu metode akan menghasilkan nilai yang berbeda dengan penggunaan metode yang lain. Untuk itu seharusnya perusahaan harus konsisten dalam menentukan metode mana yang digunakan.

Pada kesempatan ini saya akan membahas salah satu metode penilaian  perusahaan, dimana metode ini  saya gunakan dalam aplikasi akuntansi ZULISoft.

Metode Rata-Rata.

Metode harga rata-rata ini juga dapat dilakukan dengan Beberapa cara sbb:

1.  Pada Physical Inventory System

  • Rata-Rata Sederhana
  • Rata-rata tertimbang

2. Pada Perpetual Inventory System

  • Rata-rata Bergerak

Rata-rata Sederhana

Metode rata-rata sederhana adalah adalah menggunakan nilai rata rata secara sederhana mengan menentukan harga rata-rata per unit berdasarkan frekwensi.
Contoh :
1. Awal   100  @ 3.000.-
2. Pembelian tanggal 5 Jan 2005   300  @ 3.500.-
2. pembelian tanggal 16 Feb 2005  250  @ 4.000.-
4. pembelian tgl. 10 Maret   500  @ 4.300.-
5. Pembelian 5 April 2005    400  @ 5.000.-

Harga rata-rata perunitnya adalah 19800/5 = 3960
Sehingga nilai persediaan total adalah  1550 * 3960 = 6.138.000

Rata-Rata Tertimbang

Yaitu penentuan harga rata-rata perunit dengan menghitung kwantitas  barang pada setiap pembelian.  Selanjutnya harga rata-rata diperoleh dengan cara membagi Total pembelian dalam satu perioda akuntansi  dengan  kwantitasnya.

Rata-Rata Bergerak

Pada system perpetual inventory system, setiap terjadi penjualan atau pemakaian barang untuk produksi, perlu diketahui harga pokok barang yang dijual atau yang dipakai. Oleh karena itu setiap kali terjadi pembelian barang harus dilakukan perhitungan harga Pokok setelah pembelian tersebut. Perhitungan harga pokok dilakukan dengan cara menjumlahkan harga pembelian dengan nilai persediaan dibagi dengan Jumlah persediaan setelah pembelian
(Jumlah pembelian * harga perunit + Jumlah persediaan * Hpp)/
(Jumlah pembelian+Persediaan)

Pada system akuntansi komputer seperti ZULISoft, perhutunagn tersebut dilakukan oleh system secara automatis.

Perhitungan harga Pokok juga dilakukan pada saat pengembalian barang sisa produksi. Bila pada rentang pengeluaran barang hingga pengembalian barang sisa produksi belum ada pembelian, maka hasil perhitungan harga Pokok akan menunjukan nilai yang sama dengan sebelumnya.