Pengembangan Kreativitas Siswa melalui Seni Rupa

Pengembangan Kreativitas Siswa melalui Seni Rupa

Pengembangan Kreativitas Siswa melalui Seni Rupa

Pemilihan masalah pengembangan kreativitas siswa SLTP sebagai fokus penelitian didasarkan pada pertimbangan mengenai latarbelakang studi kreativitas dalam pendidikan dan bimbingan konseling.
Pendidikan formal kurang memperhatikan pengembangan kreativitas bahkan cenderung membunuh bibit-bibit kreativitas siswa. Karena itu kenyataan menunjukkan kreativitas siswa di sekolah sangat rendah. Kondisi seperti ini sungguh sangat memprihatinkan dan tidak boleh dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya-upaya keluar dari permasalahan tersebut. Penelitian ini adalah salah satu upaya untuk keluar dari permasalah tersebut. Manusia mempunyai potensi dengan kadar yang berbeda, potensi-potensi kreatif ini perlu dikembangkan agar dapat bermanfaat. Potensi itu akan dapat berkembang bila menerapkan bimbingan dan konseling, yaitu agar siswa merasa aman dan nyaman melakukan aktivitas berpikir dan berkreasi.
Temuan di lapangan menunjukkan guru jarang menjelaskan tujuan akhir dari suatu pembelajaran. Karena siswa tidakmengetahui manfaat dari sebuah tugas siswa kurang termotivasi untuk mengerjakan sebuah tugas akibatnya presatasi siswa rendah. ` Guru tidak menerapkan bimbingan dan konseling di dalam proses belajar mengajar sehingga siswa merasakan suasana belajar kurang nyaman. Kurangnya wawasan guru tentang kreativitas menyebabkan guru kurang memperhatikan pengembangan kreativitas serta tidak tahu harus berbuat apa dalam pengembangan kreativitas siswa.
Wawasan guru tentang bimbingan dan konseling sangat kurang. Hal itu tampak dari kata-kata guru, sikap guru terhadap anak yang berkesulitan belajar, guru tidak menggunakan kata-kata pujian, sanjungan kepada siswa berprestasi atau kata-kata yang dapat membuat siswa menemukan dirinya, sehingga rasa percaya dirinya muncul Berdasarkan temuan di atas disarankan seharusnya siswa yang berprestasi mendapat pujian, siswa berkesulitan mendapat bantuan, siswa yang malas mendapat perhatian, karya siswa yang kreatif dipamerkan. Kerena itu disarankan. Pertama, guru harus belajar tentang konsep kreativitas, karakteristik siswa kreatif dan pembelajaran kreatif; Kedua, guru harus belajar konsep dan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling; Ketiga, mengubah rencana pelajaran dengan menyertakan bimbingan dan konseling di dalam rencana pembelajaran. Dengan penerapan ketiga hal di atas pengembangan kreativitas siswa akan berlangsung efektif.
Melalui upaya ini diharapkan kreativitas siswa lebih meningkat lagi sehingga mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan, yang pada akhirnya dapat menjamin kelangsungan hidup pembangunan bangsa dan negaranya.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/