Objek Wisata Wih Ni Kulus

Pintu Rime Gayo adalah sebuah Kecamatan yang menjadi Pintu Gerbang memasuki wilayah Tanoh Gayo, berada di daerah dataran tinggi yang dikenal sebagai dataran tinggi Gayo. Hawa daerahnya dinggin dan sejuk hingga menjadi daya tarik tersendiri sebagai daerah kunjungan wisata.

Menyambut kemeriahan Idhul Fitri, Tahun Baru 2009, dan Idhul Adha, sejumlah lokasi objek wisata alam di Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mulai mempersiapkan sarana dan prasarana. Berdasarkan pengalaman di setiap akhir tahun lonjakan pengunjung di sejumlah lokasi wisata alam Pintu Rimba Gayo meningkat. Peningkatan itu juga berdampak pada jumlah kendaran parkir di lokasi-lokasi wisata.

Saat kemeriahan hari-hari besar Islam dan Tahun Baru, sumber pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata selain berjualan juga dari hasil lahan parkir. Untuk saat ini di daerah Pintu Rime Gayo objek wisata yang paling banyak di banjiri pengunjung di setiap akhir tahunnya adalah objek wisata Wih Ni Kulus atau disebut dengan wisata Arul Kulus, Desa Blangrakal, Kilometer 45, jalan Bireuen-Takengon.

Secara langsung Arul Kulus telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Pada saat hari-hari besar itu ribuan orang membanjiri lokasi wisata ini. Sumber pendapatan masyarakat juga turut hidup dengan adanya objek wisata selain berjuala juga membuka lahan parkir. Beberapa pemuda Desa Blangrakal dan masyarakat korban konflik di Pintu Rime Gayo bekerja di objek wisata Wih Ni Kulus.

Pengelola objek wisata telah melakukan beberapa penataan di dalam lokasi sebagai persiapan kunjungan wisata akhir tahun. Dengan keterbatasan dana lokasi wisata belum dapat dikembangkan secara propesional. Pembersihan lahan yang selama ini dilakukan masih suwadaya dan gotong-royong dengan masyarakat sekitar.

Dalam rangka menyambut lonjakan pengunjung pada hari-hari besar ini, Arul Kulus selalu bermasalah dengan lahan parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Lonjakan pengunjung yang terjadi tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang masuk ke lokasi wisata sehingga pengunjung dari daerah-daerah luar enggan singgah di Arul Kulus.

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah dalam penyempurnaan lokasi Arul Kulus adalah pelebaran badan jalan raya Bireuen-Takengin yang melintasi di kawasan itu. Selain itu pembangunan lahan parkir yang memadai perlu diciptakan selain pagar pengaman jalan.. Ini dilakukan sebagai langkah awal daerah dalam mendukung kunjungan wisata, Visit Tanoh Gayo.

Objek wisata Weh Ni Kulus memiliki potensi alam yang dapat dijadikan unggulan. Bila dikelola secara baik, Arul Kulus yang merupakan ‘panorama sungai di dasar lembah’ dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang lumayan baik untuk Kabupaten Bener Meriah.

Sumber :

https://khasanahkonsultama.co.id/jestro-ag60-anggur-tanpa-biji-dari-balitbang-pertanian/