Macam-macam Pupuk

Macam-macam Pupuk

Dalam situs www.wikipedia.com, macam-macam pupuk dibagi berdasarkan sumber bahan pembuatan, bentuk fisik, atau berdasarkan kandungannya.

  1. Pupuk Berdasarkan Sumber Bahan Pembuatan

Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk yaitu pupuk organik atau pupuk alam dan pupuk kimia atau pupuk buatan. Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan. Sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengobatan oleh manusia dari bahan-bahan mineral.

  1. Pupuk Berdasarkan Bentuk Fisik

Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran atau kristal. Pupuk padatan biasanya diaplikasikan ke tanah. Sedangkan pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan dan diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

  1. Pupuk Berdasarkan Kandungannya

Terdapat dua kelompok berdasarkan kandungannya: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan.

2.4            Pupuk Organik

Pupuk organik adalah bahan penyusunnya yang sebagian besar berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa untuk menyediakan hara dan bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Menurut Jabri tanah ’05 dalam blog jabritanah.wordpress.com, macam-macam pupuk organik antara lain pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan ternak. Pupuk hijau adalah pembenaman bagian-bagian tanaman yang masih muda dengan cara membenamkan ke dalam tanah dengan maksud meningkatkan bahan organik dan unsur hara terutama N ke dalam tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman. Kompos merupakan hasil akhir dari proses fermentasi tumpukan-tumpukan sampah yang berasal dari sisa tanaman ataupun hewan.

Cara mengaplikasikan pupuk organik pada musim hujan adalah pemberian pupuk kandang yang diberikan pada permukaan tanah. Sedangkan pada musim kemarau, pupuk kandang harus dibenamkan ke dalam tanah agar tidak kering.

Kelebihan dari pemberian pupuk organik antara lain yaitu tidak menyebabkan polusi lingkungan, memiliki kandungan hara makro dan mikro yang cukup dibutuhkan oleh tanaman, meningkatkan aktivitas biologi tanah, mampu menekan Al dengan membentuk kompleks Al-organik pada tanah masam, meningkatkan KTK, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Dan kekurangannya adalah dibutuhkannya jumlah yang banyak akibat rendahya hara makro yang terkandung di dalamnya, kurang ekonomis dalam transportasi dan kesediaan hara lambat.

sumber :

https://icanhasmotivation.com/crafting-kingdom-apk/