KURIKULUM SEKOLAH DASAR

KURIKULUM SEKOLAH DASAR

KURIKULUM SEKOLAH DASAR

Dimensi

Kurikulum sekolah dasar 1965 – 1974

Tujuan pendidikan nasional

Membentuk manusia pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945

Orientasi pelajaran

Mampu hidup berdiri sendiri di masyarakat

Kualifikasi lulusan

Warga negara yang memiliki mental moral budi pekerti yang tinggi, keyakinan agama yang kuat, berkecerdasan, dan berketerampilan yang tinggi, dan memiliki fisik yang kuat dan sehat

Orientasi/isi kurikulum

Kelompok pembinaan jiwa pancasila kelompok pembinaan pengetahuan dasar, kelompok pembinaan kecakapan khusus

Desain kurikulum

Menuju integrasi kurikulum dari TK s.d. PT. Tiap segi pendidikan dicantumkan tujuan dan pedoman palaksaan dan cara merangsang agar anak melakukan kegiatan yang aktif.

Pendekatan metodologis

Tidak jelas

Penilaian

Sistem ujian negara

Bimbingan

KURIKULUM SD SMP SMA SPG

KURIKULUM BARU (1975-1985)

Dimensi

Kurikulum baru 1975-1976

Dasar

KPTD, MPR-RI No. IV ?MPR/1973.

Pendidikan nasional berdasarkan atas pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta pembangunan bangsa.

Tujuan pendidikan dan pengajaran

Tujuan Pendidikan Umum

Tujuan Institusional

Tujuan Kurikuler

Tujuan Instruksional Umum

Tujuan Instruksional Khusus

Orientasi pelajaran

Keseimbangan antara kognitif, keterampilan dan sikap.

Keseimbangan antara pelajaran teori dan praktek

Menunjang pada ketercapaian tujuan pendidikan dan pengajaran

Kualifikasi lulusan

Jelas dan terarah pada lapanga kerja tertentu

Mengandung aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotor

Organisasi kurikulum

Pendekatan bidang studi program terdiri dari :

Program umum, akademik/kejuruan,pendidikan keterampilan.

Desain kurikulum

Berorientasi pada tujuan

Efisiensi dan efektifitas

Relevansi dan kebutuhan

Keluwesan dan keadaan

Pendidikan seumur hidup

Pendekatan metodologis

Pendekatan PPSI dan metode satuan pelajaran

Menggunakan konsep CBSA

Lengkap dengan pedoman:

Metode, evaluasi, bimbingan, administrasi dan supervisi.

Penilaian

Penilaian sumatif dan formatif

TPB, EBTA, EBTANAS

Tabel perbandingan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984

Faktor Pembanding

Kurikulum 1975

Kurikulum 1984

Pendekatan

Menggunakan pendekatan sistem, dengan orientasi pada tujuan

Pendekatan keterampilan proses, dengan tidak meninggalkan orientasi pada tujuan

Sistematika

Sistematika Kurikulum 1975

1. Tujuan institusional SMP/SMA

2. Struktur program kurikulum

3. GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran)

4. Sistem penyajian yang menggunakan pendekatan

5. Sistem penilaian

6. Sistem bimbingan dan penyuluhan

7. Administrasi dan supervisi

1. Tujuan institusional SMA

2. Program pengajaran : inti khusus dan pengelolaan program

3. Proses pelaksanaan kurikulum-pendekatan keterampilan proses

– Satuan pelajaran

– Ketuntasan belajar

– Sistem kredit

– Ko-kurikuler dan ekstrakurikuler

– Bimbigan karier

– Sistem penilaian

4. Administrasi dan supervisi

Struktur Program

1. Program pendidikan umum

2. Program pendidikan akademik :

– Program mayor untuk masing-masing jurusan

– Program minor untuk tiap jurusan

3. Program pendidika keterampilan

1. Program inti 15 bidang

2. Program pilihan :

– Program pilihan A, untuk bekal melanjutkan ke perguruan tinggi.

– Program pilihan B memberikan bekal kerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Jurusan

Kurikulum 1975 menggunakan tiga jurusan

  1. Jurusan IPA
  2. Jurusan IPS
  3. Jurusan Bahasa

Ketiga jurusan tersebut sama-sama memiliki kesempatan atau persiapan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

Tidak menggunakan istilah jurusan, yang ada hanyalah jalur program :

  1. Program pilihan A
  2. Program pilihan B

Program B dipersiapkan untuk terjun ke dunia kerja, tetapi juga dipersiapkan untuk memasuki pendidikan yang lebih tinggi. Program B disesuaikan dengan daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhan.

Sistem Penyampaian

Dengan pendekatan PPSI, dikembangkan lebih lanjut melalui satuan pelajaran

Dengan pendekatan keterampilan proses, penyajian juga menggunakan satuan pelajaran :

Ketuntasan Belajar

1. Jika 60% siswa gagal mengerjakan pekerjaan, materi diulang keseluruhan.

2. Jika yang gagal kurang dari 60% mereka mengulang sendiri-sendiri.

3. Jika siswa telah mencapai penguasaan 75% atau lebih dianggap menguasai.

1. Ketuntasan kelompok dicapai jika minimal 85% jumlah siswa memenuhi ketuntasan belajar perseorangan.

2. Penguasaan minimal ketuntasan belajar adalah 75% dari setiap satuan bahasantelah dimiliki.

Program Perbaikan Dan Pengayaan

Program perbaikan untuk kurikulum 1975 ada, hanya pelaksanaannya dilakukan olehsiswa sendiri tanpa jadwal tersendiri.

Program pengayaan tidak berjalan, karena siswa belajar kolektif dengan satuan waktu tertentu siswa tidak bisa lebih cepat atau lebih lambat dari yang lain

Program perbaikan dilakukan oleh siswa atas bimbingan guru dengan jadwal tertentu.

Program pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai ketuntasan penguasaan, sebab ketuntasan masing-masing berbeda.

Sistem Kredit

Tidak menggunakan sistem kredit

Menggunakan sistem kredit dalam arti setiap kegiatan belajar siswa untukbidang studi tertentu setelah tuntas dihargai dengan kredit.

1 kredit = 1 jam tatap muka + ½ jam pekerjaan rumah perminggu persemester (1 jam = 45 menit)

Sistem BP

Bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan sebagaimana BP yang ada selama ini

Disamping BP secara umum, diselenggarakan Bimbingan karier, yang menekankan pada bimbigan kelompok dan bimbingan pemilihan program serta bimbingan masa depan siswa.

Sistem Penilaian

  1. Kegiatan yang dinilai adalah hasil belajar
  2. Jenis penilaian : formatif dan sumatif
  3. Nilai kokurikuler tidak diperhitungkan tersendiri.
  1. Kegiatan yang dinilai proses dan hasil
  2. Jenis penilaian : formatif, sub-sumatif dan sumatif
  3. Nilai kokurikuler disatukan dalam menghitung nilai raport.

Sistem Administrasi Dan Supervisi

Struktur sekolah terdiri dari :

  1. Kepala sekolah
  2. 2 Wakasek
  3. Koordinator BP
  4. Dewan guru
  5. Siswa
  6. TU

Struktur seklah terdiri dari :

  1. Kepala sekolah
  2. 4 Wakasek
  3. TU
  4. Dewan duru
  5. Siswa

Adanya 4 Wakasek membawa implikasi pengadminis trasian yang berbeda dengan kurikulum 1975.

Disamping itu bidang supervisi telah secara tegas dipilahkan antara supervisi teknis dan supervisi teknis edukatif

Tabel perbandingan antara Kurikulum 1994 dengan Kurikulum 2004

Sumber : https://aziritt.net/