Komponen Sistem Penjualan Real-Time

    Home/Pendidikan / Komponen Sistem Penjualan Real-Time
Komponen Sistem Penjualan Real-Time

Komponen Sistem Penjualan Real-Time

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Komponen Sistem Penjualan Real-Time

Komponen Sistem Penjualan Real-Time

Komponen Sistem Penjualan Real-Time

Ada tiga teknologi yang memungkinkan terlaksananya sistem penjualan real-time: sistem POS (point-of-sales), bar code untuk indetifikasi otomatis, dan sistem pemesanan EDI (electronic data intercharge). Setiap teknologi tersebut akan didiskusikan dalam ulasan berikut ini.
Sistem POS UPC (uniform product code) bar code yang di-scan oleh teknologi POS di counter checkout suatu toko eceran merupakan titik awal dari serangkaian kejadian yang akan berakhir pada saat item yang tepat dengan cepat kembali dimasukkan ke daam persediaan sehinggan persediaan baru tersebut dapat dijual kembali.
Sebuah sistem yang mengumpulkan data penjualan eceran dengan cara semacam itu disebut sistem point-of-sale (POS) karena data dikumpulkan pada titik saat penjualan tersebut selesei. Cash Register yang dirancang khusus disebut terminal point-of-sales. Data dapat dimasukkan manual dengan cara pengetikan oleh pramuniaga atau secara otomatis melalui penggunaaan perangkat khusus, seperti wand dan scanner yang dapat mengenali UPC barcode.
Terminal POS mencatat baik kas maupun penjualan. Data terkait dengan berbagai tipe penjualan ini ditransmisikan ke dalam jaringan komputer, untuk segera diproses. Dalam penjualan tunai, pelanggan membayar kas dan menerima barang dagangan. Tambahan lagi, slip penjualan dicetak melalui terminal.
Penjualan kredit memerlukan pengecekan informasi nomor rekening pelanggan dan saldo kredit yang ada sebelum barang diserahkan ke pelanggan. Nomor rekening pelanggan diinputkan ke dalam terminal POS sehingga memungkinkan sistem komputer mengakses catatan pelanggan, mengevaluasi, dan menentukan status rekening pelangga. Jika penjualan tersebut diotorisasi oleh sistem, maka sistem secara otomatis akan menyelesaikan transaksi.
Sistem POS berdampak besar terhadap pengelolaan perusahaan eceran; ia memiliki kemampuan untuk menghasilkan laporan yang tepat waktu dan detail mengenai operasi perusahaan. Laporan yang dapat dihasilkan dari sistem POS mencakup organisasi pembayaran, deposit dan penerimaan, organisasi rincian kas, penjualan departemen, dollar disimpan, aktivitas per jam, file untuk mengecek harga, dan file otorisasi cek.
Laporan aktivitas per jam menyediakan statistic detail mengenai aktivitas pelanggan, rata-rata penjualan per pelanggan, rata-rata jumlah item yang terjual per pelanggan, dan total item terjual dalam satu kurun waktu tertentu yang berguna bagi manajemen. Laporan semacam ini meringkas data penjualan per jam dan memampukan manajemen toko untuk memonitor pola trafik pelanggan di seluruh toko. Sistem POS menyediakan informasi detail mengenai perputaran persediaan yang berguna bagi manajemen untuk menaksir tingkat profitabilitas.
Teknologi Bar-coding Identifikasi inoput penjualan secara otomatis merupakan satu hal yang esensial bagi sistem real-time; oleh karena itu, barcode yang dapat dibaca oleh mesin dan teknologi scanner menjadi komponen kritis dari sistem penjualan eceran yang real-time. Penggunaan sistem UPC barcode memungkinkan perusahaan mendapatkan manfaat maksimum dari sistem penjualan real-time. Semula, kode UPC banak digunakan oleh grosir tetapi sekarang UPC juga banyak diaplikasikan pada produk konsumen. Jika UPC digunakan, semua partisipan yang terlibat di dalam rantai sistem real-time akan berbagi dan memproses data yang sama. Tanpa standarisasi kode, setiap agen di dalam rantai akan membuat kode sendiri, dan kemudian kode tersebut mesti direferensikan dengan kode pihak lain. Kode referensi silang memang bisa dilakukan, tetapi memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Kedua atribut ini tidak mendukung proses yang real-time.
Dengan mendasarkan diri pada UPC, semua agen akan menggunakan kode produk yang sama sehingga mengeliminasi masalah referensi silang. Manfaat ini masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan manfaat lain menggunakan standarisasi UPC. Kode identifikasi produk UPC dapat di-scan dan digunakan untuk identifikasi otomatis di seluruh rantai peristiwa real-time. Kode UPC juga memungkinkan pemasok memberi kode pada setiap produk yang akan dijual di toko eceran. Pengecer tidak perlu menuliskan sendiri kode produk di dalam persediaan mereka. Produk yang mereka terima dari pemasok sudah memiliki kode UPC.
Sistem Pemesanan EDI EDI merupakan pertukaran bisnis langsung dari komputer ke komputer melalui jaringan komunikasi. Hubungan EDI dengan sistem komputer pengecer dan sistem komputer pemasok menmungkinkan terjadinya pembuatan dan pemrosesan order pembelian secara instan sehingga memfasilitasi pengiriman barang yang cepat. Pemasok juga dapat mengirimkan tagihan ke pengecer melalui EDI. Dalam beberapa kasus, pengecer dapat membayar ke rekening pemasok dengan sistem EFT. Semua peristiwa ini, termasuk pengambilan pesanan dari gudang pemasok, terjadi tanpa campur tangan manusia. EDI juga dapat digunakan oleh pemasok untuk mengirimkan secara elektronik katalog yang memuat informasi harga ke pengecer.