Kerangka Substitusi Isard

Teori ini dikemukakan oleh Walter Isard (1956) yang mengembangkan logika teori dasar Weber dengan menempatkan teori tersebut dalam konteks analisis substitusi sehingga menjadi alat peramal yang tangguh (robust) namun sederhana. Pendekatan Isard menggunakan asumsi bahwa lokasi dapat terjadi di titik-titik sepanjang garis yang menghubungkan sumber bahan baku dengan pasar jika bahan baku setempat adalah murni sehingga terdapat dua variabel, yaitu jarak dari pasar dan jarak dari sumber bahan baku.

Hubungan kedua variabel tersebut dapat diplotkan dalam bentuk grafik dimana garis yang menghubungkan antara sumber bahan baku dan pasar adalah tempat kedudukan titik-titik kombinasi antara bahan baku dan pasar yang bersifat substitusi. Apabila ditambah lagi satu variabel baru yakni penggunaan bahan baku kedua kedalam input produksi, maka terdapat 3 set hubungan substitusi.

Alasan mengapa istilah satu variabel dibuat tetap hanyalah untuk mempermudah pembuatan grafik dua dimensi. Penyelesaian masalah dalam penentuan lokasi dapat dilihat secara bertahap melalui pasangan-pasangan dua sudut dari segitiga tersebut. Titik biaya terendah diperoleh dengan mengidentifikasikan titik dimana jarak tempuh total adalah terendah di setiap pasangan garis transformasi sehingga jarak parsial dapat digunakan untuk menentukan lokasi optimal. Jadi, lokasi optimal adalah lokasi dengan biaya transportasi beberapa substitusi lokasi yang paling rendah.

1.5.6        Kurva Biaya Ruang

Teori ini dikemukakan oleh Smith yang merupakan penggabungan metode substitusi Isard dengan metode isodapane (garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai biaya transportasi yang sama dari seluruh unit produksi yang tetap) Weber dimana dalam teori ini terdapat dua tahap, yakni:

  1. Memplotkan isotim (garis yang menunjukkan titik-titik biaya transportasi yang sama pada setiap bahan baku/material dan produk akhir) di setiap bagian supply atau titik pasar. Hal ini menggambarkan bahwa biaya transportasi setiap komponen secara individual akan meningkat jika jarak dari titik biaya terendah meningkat sehingga isotim merupakan garis yang konsentris terhadap titik lokasi (pasar dan bahan baku).
  2. Menjumlahkan biaya transportasi pengumpulan bahan baku dan pengangkutan produk akhir ke pasar yang mana perpotongan antara titik-titik biaya pada lingkaran isotim menunjukkan total biaya yang sama disebut sebagai isodapane.
  3. Jika terdapat titik yang unik di bagian dasar dari permukaan biaya, titik tersebut merupakan titik biaya transportasi terendah berdasarkan asumsi yang dibuat yaitu bobot bahan baku bergerak, transportasi tidak seragam. Bagi Smith, isodapane diinterpretasikan sebagai isopleth dari biaya atau kontur biaya yang sama selain biaya transportasi. Ada dua konsep penting menurut Smith, yaitu:

 

Sumber :

https://bugscode.id/bos-google-masuk-direksi-alphabet/