Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa dan Kemanusiaan.Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa dan Kemanusiaan.

Tujuan manusia merdeka adalah kebenaran, dan yakin akan adanya kebenaran mutlak, yakni Tuhan sebagai tujuan akhir. Manusia mesti tunduk kepada kebenaran itu sendiri. Tunduk kepada kebenaran berarti pengabdian kepada-Nya. Karena, usaha pencarian kebenaran tanpa adanya keyakinan bahwa ada kebenaran yang terakhir, maka usaha kita akan menjadi sia-sia, tak tertuju, dan tak berke-Tuhan-an. Seseorang manusia merdeka ialah yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa. Keiklasan tiada lain adalah kegiatan yang dilakukan semata-mata bertujuan kepada Tuhan YME, yaitu kebenaran mutlak, guna memperoleh persetujuan atau “ridho” daripada-Nya Iman” berarti percaya dalam hal ini percaya kepada Tuhan sebagai tujuan hidup yang mutlak dan tempat mengabdikan diri kepada-Nya.

  1.      Individu dan Masyarakat

Dalam masyarakat, kemerdekaan asasi diwujudkan, karena Pusat kemanusiaan adalah masing-masing pribadi sendiri. Kemerdekaan manusia adalah hak asasi yang pertama. Tak ada sesuatu yang lebih berharga dari pada kebebasan/kemerdekaan. Ia melebihi materi. Sebagaimana yang telah ditegaskan didalam bab dua oleh Muthahhari, bahwa “salah satu nilai tertinggi manusia adalah cinta kebebasan. Merdeka (bebas) lebih mulia daripada segala nilai materiil”. Kebebasan manusia melebihi dari sekeda

Sumber :

https://teknologia.co.id/