JENIS PASAR MONOPOLI, OLIGOPOLI, PERSAINGAN SEMPURNA

JENIS PASAR MONOPOLI, OLIGOPOLI, PERSAINGAN SEMPURNA

JENIS PASAR MONOPOLI, OLIGOPOLI, PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang atau jasa. Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Pasar menurut strukturnya, dibedakan menjadi :

1. Pasar Monopoli

Pasar monopoli timbul akibat adanya praktek monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu pelaku usaha/penjual yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan jasa tertentu, sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh konsumen. Di dalam pasal 1 ayat 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan sebagai suatu penguasaan atas produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok usaha.
Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, tetapi belum tentu ia dapat memperoleh keuntungan yang besar. Hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada di atas harga pasar.

Pada saat sekarang perusahaan yang seratus persen bersifat monopoli jarang ditemui, mungkin hanya beberapa komoditi jasa seperti telepon, gas, air dan listrik saja yang benar-benar dikuasai oleh penjual tunggal (di Indonesia dipegang oleh perusahaan pemerintah). Tetapi merekapun harus menghadapi persaingan dari industri lain, dan untuk jangka panjang tidak ada perusahaan yang benar-benar bebas dari serangan pesaing, artinya kemungkinan pasar monopoli tidak akan ada lagi.
Pasar monopoli dapat dicirikan oleh beberapa hal berikut ini, diantaranya :
1. Hanya terdapat satu penjual/produsen yang menguasai seluruh penawaran atas barang dan jasa tertentu.
2. Barang dan jasa yang dijual tidak memiliki substitusi yang dekat, artinya tidak ada barang yang dapat
menggantikan fungsi dari barang tersebut. Contoh: tidak ada barang pengganti yang bersamaan sifatnya
dengan listrik, yang ada hanya barang pengganti yang berbeda sifatnya seperti gas.
3. Pasar/bidang usaha tidak dapat dimasuki oleh pihak lain.
4. Penentuan harga dilakukan dan dikuasai oleh perusahaan, maka perusahaan monopoli disebut sebagai
perusahaan penentu harga (price setter).
Jenis-jenis monopoli dibedakan :
a. Monopoli Alamiah
Monopoli Alamiah adalah monopoli yang disebabkan oleh keadaan alam tertentu ataupun yang
disebabkan oleh adanya bakat khusus melebihi orang lain.
b. Monopoli Undang-Undang
Monopoli Undang-undang adalah monopoli yang diberikan oleh pemerintah melalui peraturan undang-
undangan baik kepada swasta maupun monopoli yang dikuasai atau dimiliki oleh negara dengan
ketetapan undang-undang. Contoh monopoli undang-undang kepada swasta, yaitu adanya pemberian
hak paten, hak cipta, hak konsesi, hak merek dagang dan sebagainya. Contoh monopoli yang dipegang
oleh Negara dengan ketetapan undang-undang, yaitu Bank Indonesia, PT PLN (Persero), PT Postel,
Perum Kereta Api dan sebagainya.
c. Monopoli karena perjanjian
Monopoli karena perjanjian adalah monopoli melalui perjanjian kerja sama dengan orang/perusahaan
lain dengan tujuan mengurangi persaingan atau menguasai perusahaan lain.
Akibat yang mungkin ditimbulkan dengan adanya pemberlakuan monopoli terhadap perekonomian, kita dapat melihat dari segi :
1. Segi Positif:
memotivasi penggunaan dan inovasi baru dari teknologi, dengan tujuanbiaya per unit dapat ditekan sehingga keuntungan dapat ditingkatkan.
meningkatkan produksi secara masal dan meningkatkan produktivitas,sehingga status sebagai pemegang monopoli dapat dipertahankan.
kesejahteraan karyawan relatif lebih baik.
aktivitas dan kreativitas bagian penelitian dan pengembanganperusahaan lebih diperhatikan.
2. Segi Negatif
ketidakadilan, karena monopoli memperoleh keuntungan di ataskeuntungan normal.
jumlah produksi ditentukan oleh monopolis sesuai dengan keuntunganyang ingin diperolehnya.
memproduksi output pada tingkat lebih rendah dari pada outputkompetitif (yang sesuai dengan permintaan konsumen).
mengenakan harga lebih tinggi dari pada harga kompetitif.terjadi eksploitasi monopolis terhadap pemilik faktor produksi dan konsumen.

2. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli merupakan suatu bentuk pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa penjual atau perusahaan. Untuk dapat membedakan pasar oligopoli dengan pasar lainnya, kita dapat melihatnya berdasarkan ciri-ciri berikut :
1. Terdapat banyak pembeli di pasar.
2. Hanya terdapat beberapa penjual dalam pasar.
3. Produk yang dijual bisa bersifat identik, namun bisa pula berbeda dengan kualitas standar yang telah
ditentukan.
4. Adanya hambatan untuk memasuki pasar bagi pesaing baru.
5. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen).
6. Penggunaan iklan sangat intensif.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat. Produk layanan dari operator selular GSM dan CDMA di Indonesia, dapat dikelompokkan ke dalam pasar oligopoli.
Jenis-jenis pasar Oligopoli berdasarkan produk yang diperdagangkan, dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Pasar oligopoli murni (Pure Oligopoly)
Ini merupakan praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan merupakan barang yang bersifat
identik, misalnya praktek oligopoli pada produk air mineral dalam kemasan atau semen.
2. Pasar oligopoli dengan pembedaan (Differentiated Oligopoly)
Pasar ini merupakan suatu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperdagangkan dapat
dibedakan, misalnya pasar sepeda motor di Indonesia yang dikuasai oleh beberapa merek terkenal
seperti Honda,Yamaha dan Suzuki.

Sumber : https://profilesinterror.com/