Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan Huruf Konsonan

Gabungan huruf konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.


Huruf Kapital

  1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat dan petikan

Misalnya:

Dia membaca buku
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk kata ganti untuk

Misalnya:

Islam, Kristen, Quran, Alkitab.

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan, jabatan, instansi yang diikuti nama orang atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang

Misalnya:

Wakil Presiden Adam Malik Gubernur Jawa Tengah

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama Misalnya:

Amir Hamzah Catatan:

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de, van, dan der (dalam bahasa Belanda), von (dalam bahasa Jerman), atau da (dalam nama Portugal).

Misalnya:

J.J de Hollander Vasco da Gama

Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti.

Misalnya:

Abdul Rahman bin Zaini Siti Fatimah binti Salim

  1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan Misalnya:

bangsa Eskimo bahasa Indonesia

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.

Misalnya:

tahun Hijriah
bulan Maulid
bulan Agustus
hari Galungan


  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa Misalnya:

Perang Dunia I

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

  • Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai

Misalnya:

Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi.

Misalnya:

Jawa Barat

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri

Misalnya:

Bukit Barisan Gunung Semeru


  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan

Misalnya:

ukiran Jepara tari Melayu

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, seperti dan, oleh, atau dan

Misalnya:

Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak


  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul

Misalnya:

Perserikatan Bangsa-Bangsa Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial


  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) didalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah. Kecuali, kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi

Misalya:

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.


  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang digunakan dengan nama

Misalnya:

Dr. Doktor Catatan:

Gelar akademi dan sebutan lulusan perguruan tinggi, termasuk singkatannya, diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman, yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

Adik bertanya, “itu apa, Bu?” Besok Paman akan datang.


  • Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan ataun penyapaan.

Misalnya:

Kita harus menghormati bapak dan ibu.

  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. Misalnya:

Sudahkah Anda tahu?

Surat Anda sudah kami terima dengan baik.


Huruf Miring

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam

Misalnya:

Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa.

Catatan:

Judul skripsi, tesis, atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring, tetapi diapit dengan tanda petik.

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok

Misalnya:

Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital.

  • Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia.

Misalnya:

Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

  • ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.

Misalnya:

Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.


Huruf Tebal

  • Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan

Misalnya:

Judul               : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Bab                  : BAB I PENDAHULUAN

Bagian Bab     : 1.1 Latar Belakang Masalah


Baca Juga :