Table of Contents

Epidemiologi

 El Tor infeksi relatif ringan, atau setidaknya jarang fatal, dan pasien tidak menunjukkan gejala selama sekitar seminggu. El Tor mampu bertahan dalam tubuhlebih lama dari Vibrio kolera klasik. Karakteristik ini memungkinkan operator untuk menginfeksi populasi besar orang. Bahkan, V. cholerae biotipe eltor dapat diisolasidari sumber air dalam ketiadaan wabah kasus. Dalam kasus ekstrim, orang bisamenjadi pembawa jangka panjang, misalnya, Kolera Dolores, yang diuji Vibrio positif sembilan tahun setelah infeksi primer nya. El Tor ditularkan melalui rutefecal-oral. Rute ini merupakan konsekuensi dari orang yang terinfeksi buang air  besar di dekat sumber air, dan orang-orang yang tidak terinfeksi mengkonsumsi air yang terkontaminasi.

Selain itu, bakteri dapat ditularkan oleh makanan mentahmengkonsumsi dipupuk dengan kotoran manusia. Pengobatan infeksi kolera terdiridari pengisian cairan dan elektrolit yang hilang dengan infus atau lisan, dan denganantibiotik El Tor wabah dapat dicegah dengan standar sanitasi yang lebih baik, penyaringan dan air mendidih. Benar-benar memasak makanan laut, dan mencucisayur dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.

Penularan

Bisa berupa air/makanan yang terkontaminasi tinja atau air yang mengandung Vibriocholerae, termasuk kerang dari air yang tercemar. Bakteri ini dapat bertahan dalamair selama 3 minggu.

Kolera ditularkan melalui jalur oral. Jika Vibrio berhasil melalu asam lambungdengan selamat (dosis infektif tinggi sekitar 107 jika asam lambung normal), ia akan berkembang pada usus halus. Langkah awal kolera berupa penempelan pada mukosakarena membrane protein terluar dan adhesin flagela yang dimilikinya.

  1. Penyakit yang ditimbulkan oleh V. El Tor

Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus), dengan gejala berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional.

Gejala khas berupa diare encer seperti air cucian beras, tidak berbau busuk maupunamis, vormitus setelah diare tanpa nausea, dan kejang otot perut. Gejala klinis sesua idengan penurunan volume. Pada kehilangan 3 ± 5 % dari berat badan normal, timbulrasa haus. Kehilangan 5 ± 8 %, timbul hipotensi postural, kelemahan, takikardi, dan penurunan turgor kulit. Penurunan di atas 10 % mengakibatkan oliguria, denyut nadilemah atau tidak ada, mata cekung dan pada bayi ubun-ubun cekung, kulit keriput,somnolen, dan koma. Komplikasi disebabkan oleh kehilangan air dan elektrolit. Penyakit kolera dapat berakhir dengan penyembuhan ad integrum (sehat utuh )atau kematian. Penyulit biasanya adalah keterlambatan pertolongan atau pertolonganyang tidak adekuat.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/