2.1 Definisi Pemeriksaan Fisik

            Pemeriksaan fisik berasal dari kata “Physical Examination” yang artinya memeriksa tubuh. Jadi pemeriksaan fisik adalah memeriksa tubuh dengan atau tanpa alat untuk tujuan mendapatkan informasi atau data yang menggambarkan kondisi klien yang sesungguhnya.

            Adapun definisi Pemeriksaan Fisik menrut para ahli diantaranya adalah :

  1. Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon  terhadap terapi tersebut. ( Potter dan Perry, 2005 ).
  2. Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif, memastikan/membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. ( Dewi Sartika, 2010 ).
  3. Pemeriksan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistim atau suatu organ tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi). ( Raylene M Rospond,2009; Terj D. Lyrawati,2009 ).

2.2 Tujuan dan Manfaat dari Pemeriksaan Fisik

  1. Tujuan Pemeriksaan Fisik

            Secara umum, pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan:

  1.    Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien.
  2. Untuk menambah, mengkonfirmasi, atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat  keperawatan.
  3.     Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.
  4. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan  penatalaksanaan.
  5.     untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan.
  1. Manfaat Pemeriksaan Fisik
  2. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan.
  3. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien.
  4. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat.
  5. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan.

2.3  Metode dan teknik pemeriksaan fisik

Sumber :

https://finbarroreilly.com/