Dasar-Dasar Perencanaan Lokasi Dasar-Dasar Perencanaan Lokasi

Ada dua langkah utama yang seharusnya diambil dalam proses penentuan lokasi suatu pabrik, yaitu pemilihan daerah atau teritorial secara umum dan pemilihan berdasarkan size dari jumlah penduduk (community) dan lahan secara luas. Berdasarkan telaah literatur Yamit (1996), Wignyosoebroto (1994), dan Assauri (1993) terdapat beberapa kondisi umum seperti tersebut di bawah ini yang akan ikut mengambil peranan di dalam proses penentuan lokasi pabrik, yaitu :

  1. Lokasi di kota besar (city location)

  • Diperlukan tenaga kerja terampil dalam jumlah yang besar
  • Proses produksi sangat tergantung pada fasilitas-fasilitas yang umumnya hanya terdapat di kota besar seperti listrik, gas dan lain-lain
  • Kontak dengan suplier dekat dan cepat
  • Sarana transportasi dan komunikasi mudah didapatkan
  • Banyak persoalan tenaga kerja
  1. Lokasi di pinggir kota (suburban location)
  • Semi -skilled atau female labor mudah diperoleh
  • Menghindari pajak yang berat seperti halnya kalau lokasi terletak di kota besar
  • Tenaga kerja dapat tinggal berdekatan dengan lokasi pabrik
  • Rencana ekspansi pabrik akan mudah dilakukan
  • Populasi tidak begitu besar sehingga masalah lingkungan tidak banyak timbul
  1. Lokasi jauh di luar kota (country location)
  • Lahan yang luas sangat diperlukan baik untuk keadaan sekarang maupun rencana ekspansi yang akan datang
  • Pajak terendah lebih dikehendaki
  • Tenaga kerja tidak terampil dalam jumlah besar lebih dikehendaki
  • Standar upah minimum relatif lebih rendah
  • Tenaga kerja lebih mudah didapatkan
  • Baik untuk proses manufakturing produk-produk yang berbahaya
  1. Faktor-Faktor Pokok Penentu Pemilihan Lokasi Industri
  • Letak dari sumber bahan mentah untuk produksi
  • Letak dari pasar konsumen
  • Ketersediaan tenaga kerja
  • Ketersediaan pengangkutan atau transportasi
  • Ketersediaan energy

RECENT POSTS