Cerita Rakyat Malin Kundang

    Home/Umum / Cerita Rakyat Malin Kundang
Cerita Rakyat Malin Kundang

Cerita Rakyat Malin Kundang

Posted in Umum gjlkc 0

Cerita Rakyat Malin Kundang

Berikut ini adalah cerita rakyat malin kundang yang berasal dari daerah Sumatra. Alkisah terdapat sebuah keluarga yang memiliki seorang anak bernama Malin Kundang. Kondisi tersebut tersebut sangat memprihatinkan sehingga ayahnya merantau ke negeri seberang.

Malin dan ibunya berharap ayahnya akan pulang membawa banyak uang yang daapt mereka gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari. Namun, sang ayah tak kunjung pulang. Hal ini menjadikan mereka kecewa.

Saat Malin sudah dewasa, ia ingin merantau ke negeri sebelah agar ia menajdi orang kaya. Di dalam kapal ia banyak belajar tentang perkapalan dengan teman – temannya yang lebih berpengalaman. Hingga kini Malin telah menjadi seseorang yang ahli dalam bidang perkapalan.

Suatu hari kapal dagang yang dinaikinya diserang bajak laut sehingga ia tak punya apa – apa lagi. Semua barang berharga telah dirampas. Beruntungnya Malin yang bersembunyi di sebuah ruang kecil. Kini ia terdampar di sebuah desa. Warga setempat pun menolognya setelah ia menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan rekannya saat di kapal dagang.

Ia sangat beruntung karena ia mendarat di desa yang sangat subur. Karena keteguhan dan keuletannya telah berhasil membawanya menuju pintu kesuksesan. Faktanya, ia berhasil menjadi orang kaya dan memiliki banyak kapal dagang. Ia lalu melamar seorang gadis untul menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama menikah maka malin mengajak istrinya untuk berlayar menggunakan sebuah kapal yang besar dan mewah. Melihat ada kapal yang berlabuh maka ibunya segera menghampiri kapal tersebut. Ia yakin bahwa orang yang ada di kapal tersebut adalah anaknya, Malin.

Saat ia turun dari kapal maka ia disambut dengan hangat oleh ibunya. Seketiak itu ibunya memeluknya dengan erat. Lalu, Malin berpura – pura tidak mengenali ibunya. Ia malu mengakui ibnya yang sudah tua dengan pakaian yang compang – camping. Bahkan ia tega mengatakan bahwa ibunya adalah seorang pengemis.

Mendengar perkataan Malin, ibunya sangat marah. Ibunya berdoa “Ya Tuhanku, apabila benar ia adalah anakku maka aku kutuk ia menjadi batu.” Saat itu juga angin kencang dan badai menghancurkan kapal Malim dan perlahan malin berubah menjadi batuy karang.

Baca Juga :