CARA TOKCER MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT

    Home/Kesehatan / CARA TOKCER MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT
CARA TOKCER MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT

CARA TOKCER MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT

Posted in Kesehatan gjlkc 0

CARA TOKCER MENGHILANGKAN KUTU RAMBUT

Tidak mudah memburu dan menghilangkan kutu rambut dari kepala kita. Namun, cara nggak cerdas-cerdas sangat semacam ini, sepertinya mampu dicoba.

Salah satu hewan memalukan yang sangat menyebabkan risih para perempuan gara-gara mampu menurunkan takaran kecantikan secara mencolok adalah, kutu rambut. Kutu rambut adalah serangga kecil yang tinggal di rambut manusia dan hidup dari menghisap darah melalui kulit kepala. Ukurannya sangat kecil, agar tidak mudah ditemukan. Biasanya ukurannya yang paling besar pun—atau yang diakui sebagai ratunya, hanya mentok seukuran wijen aja. Jadi mampu dibayangkan bagaimana ukuran para rakyat jelatanya?

Satu ekor kutu rambut saja, jikalau udah berhasil mencaplok rambut seseorang, sungguh tak mudah untuk menangkapnya. Ya, bagaimana tidak? Ukurannya kecil, eh, warna tubuhnya ternyata sangat mudah tersamarkan bersama dengan warna rambut kita. Sehingga, jikalau si biang kerok pertama ini tertangkap, umumnya sih, ia udah berhasil menyebabkan kerajaan di rambut kita. Jadi, jangan sedikitpun pandang remeh caplokannya yang nampaknya tak berbahaya itu. Ingat ini baik-baik: ia berpotensi kuat untuk menguasai.

Rambut aku pernah terserang hewan kecil ini saat di Sekolah Dasar dulu. Si kutu yang bersama dengan tidak sopannya mencak-mencak di rambut aku ini, berasal dari rambut rekan aku yang satu tenda bersama dengan aku saat kemah Pramuka di sekolah. Awal tertularnya sesungguhnya tidak terasa. Namun, seminggu kemudian, ibu aku terasa menaruh ragu disaat aku kerap menggaruk-garuk kepala—bahkan sehabis keramas sekalipun.

Bla, bla, bla. Ibu aku pun langsung mengutek-utek kepala aku dan menemukan telur-telur kutu rambut di lebih dari satu tempat. Melihat anaknya—yang dirawat penuh bersama dengan cinta kasih ini—tertular kutu, ibu aku langsung tanya, siapa saja yang satu tenda bersama dengan aku saat kemah. Lalu, beliau berusaha mengingat-ingat nama-nama yang aku sebutkan dan memunculkan praduga pada mereka: kira-kira siapakah kandidat terkuat yang ternyata menularkan hewan mungil ini ke kepala saya.

Ibu aku langsung mumet bersama dengan situasi aku itu. Meski kerap terasa gatal, tetapi sejujurnya diam-diam aku terasa senang bersama dengan keberadaan para kutu rambut itu. Pasalnya, aku tidak ulang terasa sendirian dan senantiasa miliki rekan untuk menemani ibu aku menjadi lebih perhatian kepada saya. Setiap pulang sekolah, sehabis rubah busana dan makan, beliau bakal berharap aku untuk tiduran di pangkuannya, lalu beliau pun melancarkan aksinya…

…berburu kutu rambut, bersama dengan senjata sisir, sisir serit—sisir spesifik untuk menjaring kutu, dan toples sebagai alat membunuh para kutu dan telur-telurnya yang tertangkap. Aksi ibu aku ini, benar-benar menyebabkan aku nyaman, hingga kerap kali menyebabkan aku tertidur. Uhhh, sungguh aku semakin diakui sebagai anak manis gara-gara tidak susah disuruh tidur siang.

Sayangnya, hal ini meski berlangsung bersama dengan rutin, terstruktur, dan sistematis, ia tidak mampu bekerja secara maksimal. Yang ada, rasa-rasanya justru si kutu rambut jumlahnya semakin membludak. Sampai-sampai, aku tidak mampu ulang membedakan bagaimana sesungguhnya rasa gatal itu. Sepertinya, syaraf rasa gatal di bagian kepala aku menjadi mati rasa.

Namun, tentu saja ibu aku tidak hilang akal. Beliau juga teratur berikan aku obat antiparasit untuk menghilangkan si kutu air ini. Mengenai apa saja obatnya, beli saja di supermarket atau apotek. Pilih yang cocok bersama dengan hati dan kantong. Pasalnya, brand apa saja sepertinya tidak sangat penting. Yang terpenting, kami miliki nyali yang lumayan besar untuk berkunjung ke kasir, melewatkan setiap tatapan penilaian orang lain, dan menyerahkan barang tersebut—supaya mampu dibawa pulang dan digunakan cocok bersama dengan anjuran yang disarankan.

Mengenai dampak dari obat penghilang kutu air ini, ternyata pada lebih dari satu orang ada yang berdampak baik, ada yang berdampak lumayan, dan ada pula yang nampak tidak berdampak sama sekali. Hal ini dikarenakan, kutu rambut ini sesungguhnya mirip-mirip layaknya bakteri. Obat penghilang kutu yang terus-terusan diberikan, pelan-pelan juga mampu dipelajari oleh si kutu ini untuk memperkuat kekuatan tahan tubuhnya. Yang berlangsung selanjutnya?

Yak betul: obat tersebut nggak ngaruh apa-apa, gara-gara para kutu tersebut udah kebal adanya.

Jika hal semacam ini yang terjadi, maka hanya mumetlah yang terasa bersama dengan satu pertanyaan utama: manfaatkan cara apa ulang untuk menghilangkan para kutu yang terus-terusan makan dari darah kita???!!! Kalau tidak dihilangkan dan kami nanti menjadi bodoh, bagaimana??1!1!!

Ohhh, tenang saja. Jika sesungguhnya udah tidak mampu menghilangkan si kutu rambut bersama dengan cara manual dan jikalau manfaatkan obat-obatan juga udah tidak mempan. Ada satu cara praktis dan mudah dilakukan: gundul saja rambutnya atau setidaknya memotong rambut hingga sangat tipis. Jika layaknya ini, kami kan menjadi mudah untuk memburu si kutu rambut yang nggak sopan itu.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :