CARA-CARA BERWUDHU, TAYAMUM DAN MANDI SYAR’ICARA-CARA BERWUDHU, TAYAMUM DAN MANDI SYAR’I

Pengertian Wudhu :

  1. Secara bahasa wudhu’ berarti husnu/keindahan dan nadhofah/kebersihan. Wudhu’ untuk sholat dikatakan sebagai wudhu’ karena ia membersihkan anggota wudhu’ dan memperindahnya.
  2. Sedangkan pengertianwudhu’ menurut istilah dalam syari’at, adalah peribadatan kepada Allah ‘azza wa jalla dengan menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang tertentu di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki.

DALIL WAJIBNYA WUDHU

Firman Allah Swt. :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki……” (Al-Maidah ayat 6)

Syarat-syarat Wudhu :

  1. Islam;
  2. Mumayiz, karena wudhu itu merupakan ibadat yang wajib diniati, sedangkan orang yg tidak beragama Islam dan orang yg belum mumayiz tidak diberi hak untuk berniat;
  3. Tidak berhadas besar;
  4. Dengan air yang suci dan mensucikan; dan
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit, seperti getah dan sebagainya yang melekat diatas kulit anggota tubuh.

Tata cara wudhu berdasarkan hadits Nabi Saw. :

عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ ، فَغَسَلَهُمَا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِى الْوَضُوءِ ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ ، وَاسْتَنْشَقَ ، وَاسْتَنْثَرَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثًا ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ، ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلاَثًا ، ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا وَقَالَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Humraan -bekas budak Utsman bin Affan-, suatu ketika ‘Utsman memintanya untuk membawakan air wudhu’ (dengan wadah) kemudian ia tuangkan air dari wadah tersebut ke kedua tangannya. Maka ia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali, lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu’ kemudian berkumur-kumur, lalu beristinsyaq dan beristintsar. Lalu beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, (kemudian) membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali kemudian menyapu kepalanya (sekali sajapent.) kemudian membasuh kedua kakinya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengatakan, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu’ dengan wudhu’ yang semisal ini dan beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Barangsiapa yang berwudhu’ dengan wudhu’ semisal ini kemudian sholat 2 roka’at (dengan khusyuked.) dan ia tidak berbicara di antara wudhu’ dan sholatnya maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu”(HR. Bukhari – Muslim)

Sumber: https://dosenpendidikan.id/