Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

    Home/Pendidikan / Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia
Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

Posted in Pendidikan gjlkc 0

Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

Buka Kongres GMKI, Jokowi Ingatkan Keberagaman Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia

(GMKI) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9). Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan kebesaran dan keberagaman Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Perlu saya ingatkan pada kita semuanya yang sering kali kita lupa, Indonesia negara besar. Penduduk kita 263 juta, hidup di 17.000 pulau, 34 provinsi. Ini negara sangat besar sekali. Kelihatan kalau saudara-saudara pergi dari ujung barat, timur, selatan, utara,” kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menceritakan pertemuannya dengan Presiden Afganistan, Ashraf Gani.

“Presiden Ashraf Ghani menyebut di sana tujuh suku. Bayangkan kita 714 suku. Betapa negara ini

sangat besar sekali. Lebih dari 1.100 bahasa daerah. Enggak ada negara yang perbedaannya seperti negara kita. Kesadaran itu sering kita lupa, maka saya ingatkan, kalau kita ini sangat beragam,” tuturnya.

Presiden juga berharap agar perbedaan pilihan dalam setiap pesta demokrasi, tidak membuat masyarakat terbelah. Bangsa Indonesia mengalami kerugian besar jika rakyat terpecah. Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta masyarakat menentukan pilihan terbaik saat pemilihan kepala daerah (pilkada) maupun pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres). Setelah proses pilkada dan pilpres rampung, menurut Jokowi, masyarakat tak perlu lagi terkotak-kotak.

“Jangan dibawa-bawa tiga tahun, empat tahun, masih dibawa urusan pilpres, pilkada. P

intarnya politikus di situ, memengaruhi. Tetapi jangan kita terpengaruh dalam waktu cukup lama, karena berbahaya bagi negara ini,” tegasnya.

Ia menyatakan, aset terbesar bangsa yaitu persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan merupakan kekuatan jika ada kesatuan. “Coba lihat saja pas Asian Games, begitu kita bersatu enggak, ada yang pencak silat agamanya apa? Sukunya apa? Kan enggak ada,” katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Menristekdikti) M Nasir. Kongres GMKI 12-17 Septeber 2018 mengangkat tema besar, yakni “68 Tahun GMKI Mengabdi untuk Indonesia”.

 

Baca Juga :