Angin Duduk (Angina): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Angina atau orang awam mengenalnya bersama dengan sebutan angin duduk adalah nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke jantung dikarenakan adanya penyempitan arteri koroner di jantung. Kondisi ini sukar dikenali dikarenakan gejalanya mirip bersama dengan serangan jantung.

Angin duduk termasuk sanggup disebut angina pektoris, kebanyakan ditandai bersama dengan tekanan di dada, sesak atau sakit dada, lebih-lebih dada terasa diremas.

Sensasi nyeri dada kebanyakan akan hilang bersama dengan cepat, tapi sanggup menjadi sinyal persoalan jantung yang mengancam jiwa. Oleh dikarenakan itu, segera mungkin memeriksakan diri ke dokter untuk mengerti penyebab dan penanganan yang tepat.

Seberapa Umum Angin Duduk (Angina)?
Angin duduk adalah tidak benar satu keadaan yang termasuk dalam penyakit jantung koroner. Seperti dilansir berasal dari laman Kementerian Kesehatan RI, angin duduk jenis stabil menimbulkan tanda-tanda nyeri dada ketika laksanakan kegiatan sehari-hari yang berlebihan. Kondisi ini tergolong sanggup mengancam nyawa.

Data yang dihimpun WHO di tahun 2015 menyatakan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM), yaitu sebanyak 39,5 juta berasal dari 56,4 kematian. Dari semua persoalan kematian tersebut, kira-kira 45% disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta berasal dari 39,5 juta kematian. Sementara Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018 menyatakan prevalensi tertinggi penyakit jantung berdasarkan diagnosis di Indonesia sebanyak 1,5%.

Jenis Angin Duduk (Angina)
Angin duduk terbagi menjadi empat jenis, selanjutnya penjelasannya:

1. Angina Stabil
Angina yang stabil lebih kerap dipicu oleh kegiatan fisik, andaikan ketika menaiki tangga, berolahraga atau berjalan, dikarenakan jantung membutuhkan lebih banyak darah, tapi otot lebih sukar beroleh darah waktu arteri menyempit. Faktor-faktor lain termasuk menjadi pemicu, seperti stres emosional, suhu dingin, makan makanan berat, dan merokok.

2. Angina Tidak Stabil
Jika penumpukan lemak (plak) dalam pembuluh darah pecah atau gumpalan darah terbentuk, ini sanggup bersama dengan cepat menghindar aliran darah ke otot jantung.

Angina yang tidak stabil mungkin memburuk dan tidak akan berkurang hanya bersama dengan istirahat atau obat-obatan biasa. Jika aliran darah tidak kunjung membaik, jantung akan kekurangan oksigen dan terjadinya serangan jantung. Kondisi ini tergolong beresiko dan harus segera membutuhkan perawatan darurat.

3. Angina Mikrovaskular
Nyeri dada tapi tidak ada penyumbatan arteri koroner. Itu berjalan dikarenakan arteri koroner terkecil tidak bekerja sebagaimana mestinya, supaya jantung tidak beroleh suplai darah yang dibutuhkan. Nyeri dada kebanyakan berjalan lebih berasal dari 10 menit. Jenis angina ini lebih kerap berjalan pada wanita.

4. Angina Prinzmetal
Jenis angina setelah itu disebabkan oleh kejang pada arteri koroner dikarenakan adanya penyempitan arteri sementara. Penyempitan ini mengurangi aliran darah ke jantung, yang sebabkan nyeri dada. Pemicu kebanyakan dikarenakan stres emosional, merokok, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Gejala Angin Duduk
Mereka yang mengalami tanda-tanda berasal dari angin duduk akan merasakan nyeri dada dalam bermacam bentuk. Secara umum, selanjutnya tanda-tanda angin duduk:

Nyeri dada
Dada seperti diremas
Dada sesak
Keringat dingin
Nyeri lengan, bahu atau punggung, leher, dan rahang
Nyeri rahang dan leher
Sesak napas
Pusing
mual
Tertekan
Kelelahan
Terasa panas
Jika belum pernah mengalami angin duduk, pasien kebanyakan tidak yakin bersama dengan apa yang dirasakannya dan tidak punya kegelisahan apa pun dikarenakan masih sanggup laksanakan kegiatan sehari-hari.

Ciri-Ciri Angin Duduk Berdasarkan Jenisnya
Jika mengalami tanda-tanda yang udah disebutkan di atas, diagnosis dibutuhkan untuk pilih jenis angina yang diderita, untuk mengindikasikan mungkin serangan jantung. Berikut sinyal dan tanda-tanda angin duduk berdasarkan jenisnya.

1. Ciri-ciri angin duduk stabil:
Nyeri dada berkembang ketika jantung bekerja lebih keras, seperti waktu berolahraga atau menaiki tangga.
Biasanya sanggup diprediksi dan rasa sakitnya mirip bersama dengan jenis nyeri dada yang pernah dialami sebelumnya.
Gejalanya berjalan singkat, mungkin lima menit atau kurang.
Gejala hilang lebih cepat kalau beristirahat atau menggunakan obat khusus.
Tingkat keparahan, durasi dan jenis angina sanggup berbeda-beda. Gejala baru atau berlainan sanggup pertanda jenis angina tidak stabil atau serangan jantung.

2. Ciri-ciri angin duduk tidak stabil:
Nyeri dada berjalan lebih-lebih ketika istirahat.
Perubahan pola angina yang biasa.
Muncul secara tiba-tiba.
Lebih kronis dan berjalan lebih lama berasal dari angina stabil, mungkin 30 menit atau lebih lama.
Tidak akan hilang hanya bersama dengan istirahat atau obat.
Mungkin tanda-tanda berasal dari serangan jantung.
3. Ciri-ciri angin duduk mikrovaskular:
Biasanya tanda-tanda yang timbul adalah nyeri dada, tapi itu mungkin bukan hanya satu sinyal atau tanda-tanda yang paling kerap berjalan pada wanita. Angin duduk pada wanita termasuk sanggup mengalami tanda-tanda berikut:

Mual.
Sesak napas.
Sakit perut.
Ketidaknyamanan di leher, rahang atau punggung.
Sensasi seperti ditusuk alih-alih tekanan di dada.
4. Ciri-ciri angin duduk prinzmetal:
Gejala berjalan ketika sedang beristirahat.
Gejala kebanyakan parah.
Gejala hilang bersama dengan obat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika tanda-tanda angin duduk berupa nyeri dada yang berjalan lebih lama dan tidak hilang ketika beristirahat atau minum obat, mungkin ini pertanda serangan jantung. Kondisi ini harus sesegera mungkin beroleh perawatan darurat.

Jika ketidaknyamanan di dada adalah tanda-tanda baru yang dirasakan, amat penting untuk memeriksakan ke dokter untuk melacak mengerti penyebab nyeri dada dan beroleh perawatan yang tepat. Jika dipastikan mengalami angina stabil dan kondisinya memburuk, segera dapatkan perawatan medis.

Penyebab Angin Duduk
Angin duduk disebabkan oleh berkurangnya suplai darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Jika otot jantung tidak lumayan beroleh oksigen, ini akan sebabkan keadaan yang dinamai iskemia.

Kondisi yang paling kerap sebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung adalah penyakit jantung koroner (PJK). Arteri jantung yang menyempit oleh penumpukan lemak (plak) disebut aterosklerosis.

Arteri jantung menyempit akibat penumpukan lemak tidak selalu diikuti bersama dengan angin duduk, ini dikarenakan pada waktu oksigen dalam darah rendah (misalnya ketika istirahat), otot jantung mungkin sanggup bertahan waktu berkurangnya aliran darah ke jantung. Tetapi, ketika peningkatan kebutuhan suplai darah yang membawa oksigen ke otot jantung (misalnya ketika olahraga), ini sanggup sebabkan angin duduk.

Selain penyebab angin duduk di atas, penyebab yang kurang umum termasuk:

Penyumbatan aliran darah berasal dari jantung ke paru-paru (emboli paru).
Jantung yang membesar atau menebal (hypertrophic cardiomyopathy).
Penyempitan katup di bagian utama jantung (stenosis aorta).
Pembengkakan kantung di kira-kira jantung (perikarditis).
Sobeknya dinding aorta, arteri terbesar di tubuh (diseksi aorta).
Faktor Risiko
Berikut keadaan yang sanggup meningkatkan risiko penyakit arteri koroner dan angin duduk:

1. Usia
Pria yang berusia di atas 45 tahun dan wanita yang berusia di atas 55 tahun punya risiko lebih tinggi daripada mereka yang berusia lebih muda.

2. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi adalah ketidakmampuan tubuh mengolah atau merespons insulin bersama dengan baik. Insulin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, yang terlalu mungkin tubuh menggunakan glukosa (bentuk gula berasal dari makanan).

Diabetes sanggup meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, yang sebabkan angin duduk dan serangan jantung, bersama dengan mempercepat aterosklerosis dan meningkatkan persentase kolesterol.

3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Tekanan darah dikendalikan oleh kuantitas darah yang dipompa jantung dan kuantitas resistensi pada aliran darah di arteri. Seiring waktu, hipertensi sanggup merusak arteri bersama dengan mempercepat pembekuan pembuluh darah.

4. Kolesterol Jahat
Kolesterol adalah penumpukan plak yang sanggup menghindar aliran darah di semua tubuh, termasuk yang menyuplai ke jantung. Tingginya persentase kolesterol dikenal sebagai kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), yang meningkatkan risiko angin duduk dan serangan jantung.

5. Riwayat Keluarga bersama dengan Penyakit Jantung
Jika tidak benar satu bagian keluarga punya penyakit arteri koroner atau serangan jantung, mungkin Anda termasuk berisiko lebih besar terkena angin duduk.

6. Merokok
Perokok aktif maupun perokok pasif jangka panjang sanggup merusak dinding bagian dalam arteri, termasuk arteri ke jantung, yang terlalu mungkin endapan kolesterol menumpuk dan menghindar aliran darah.

7. Tidak Aktif secara Fisik
Gaya hidup yang tidak aktif sanggup meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes jenis 2 dan obesitas, yang pada pada akhirnya termasuk berisiko mengalami angin duduk.

8. Obesitas
Kegemukan sanggup meningkatkan risiko angin duduk dan penyakit jantung dikarenakan perihal bersama dengan kolesterol jahat, hipertensi, dan diabetes. Selain itu, jantung harus bekerja lebih keras untuk menyuplai darah ke jaringan tubuh.

9. Stres
Tekanan mental sanggup meningkatkan risiko angin duduk, serangan jantung, dan meningkatkan tekanan darah. Peningkatan hormon yang dihasilkan selama stres termasuk sanggup mempersempit arteri dan memperburuk nyeri dada.

Komplikasi
Meskipun mengalami tanda-tanda nyeri dada masih sanggup laksanakan kegiatan normal, tapi kalau tidak terdeteksi dan didiagnosis tepat waktu, risiko utama angin duduk adalah mungkin lebih tinggi terkena serangan jantung. Semua jenis angin duduk kalau dibiarkan dan tidak diobati sanggup sebabkan serangan jantung pada langkah apa pun.

Jenis angin duduk yang tidak stabil atau angin duduk prinzmetal harus laksanakan pergantian type hidup dan penyembuhan segera mungkin untuk menghindar risiko henti jantung.

Diagnosis
Dokter Anda akan laksanakan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai gejala, aspek risiko, dan riwayat keluarga Anda. Mereka mungkin harus laksanakan tes termasuk:

Elektrokardiogram (EKG). Tes ini mengukur kegiatan listrik dan ritme jantung. Dokter sanggup melacak pola di antara detak jantung untuk menyaksikan apakah aliran darah lewat jantung melambat atau terganggu atau kalau mengalami serangan jantung.
Tes stres. Tas ini memeriksa bagaimana jantung bekerja waktu berolahraga. Selama tes, pasien berolahraga bersama dengan berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda statis.
Tes darah. Dokter akan mendeteksi protein (troponin) dalam darah. Ini dikarenakan protein kerap bocor ke dalam darah ketika serangan jantung.
Kateterisasi jantung. Tes ditunaikan bersama dengan memasukkan selang tidak tebal dan panjang ke dalam arteri di kaki dan memasangnya ke jantung untuk memeriksa aliran dan tekanan darah.
Angiografi koroner. Tes bersama dengan menyuntikkan zat pewarna ke dalam pembuluh darah jantung, yang akan nampak pada sinar-X dan menciptakan gambar pembuluh darah. Dokter sanggup laksanakan prosedur ini selama kateterisasi jantung.
Computerized tomography (CT) scan. Tas ini mengharuskan pasien berbaring mesin CT scan. Sebuah tabung yang ditambah sinar-X untuk menghasilkan gambar-gambar jantung dan dada, yang sanggup menyatakan apakah ada arteri jantung yang menyempit atau pembesaran jantung.
Pengobatan Angin Duduk
Perawatannya punya tujuan untuk mengurangi rasa sakit, menghindar gejala, menghindar atau mengurangi risiko serangan jantung. Cara mengatasi angin duduk sanggup ditunaikan bersama dengan menerapkan pergantian type hidup, penggunaan obat, dan pembedahan.

1. Perubahan Gaya Hidup
Perubahan type hidup yang dianjurkan untuk perawatan dan pencegahan angin duduk, di antaranya:

Berhenti merokok atau menjauhi paparan asap rokok.
Makan makanan yang sehat dan bergizi, seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan, minum susu rendah lemak, makan daging atau ikan tanpa lemak.
Meningkatkan aktif secara fisik (setelah berkonsultasi bersama dengan dokter, mengenai intensitas aktivitas).
Mempertahankan berat badan yang sehat.
Istirahat yang cukup.
Mengendalikan atau menjauhi stres.
Hindari minum minuman beralkohol.
Dapatkan vaksin flu tahunan untuk menjauhi komplikasi jantung berasal dari virus.
2. Obat-obatan
Jika langkah mengatasi angin duduk bersama dengan pergantian type hidup tidak efektif, mungkin dibutuhkan obat-obatan berikut:

Nitrat. Biasanya obat ini digunakan untuk membuat sembuh nyeri dada. Nitrat sanggup mengendur dan memperlebar pembuluh darah, yang terlalu mungkin lebih banyak darah mengalir ke otot jantung.
Aspirin. Obat yang sanggup mengurangi pembekuan darah, yang memperlancar aliran darah ke jantung. Mencegah pembekuan darah termasuk sanggup mengurangi risiko serangan jantung.
Obat pencegah penggumpalan darah. Obat-obatan khusus yang sanggup menghindar penggumpalan darah adalah clopidogrel, prasugrel dan ticagrelor. Salah satu obat ini mungkin diresepkan kalau tidak sanggup menggunakan aspirin.
Penghambat beta (beta blockers). Penghambat beta berfungsi untuk menghindar pengaruh hormon epinephrine. Akibatnya, jantung berdetak lebih lambat dan bersama dengan kapabilitas yang lebih sedikit, supaya mengurangi tekanan darah. Obat ini termasuk menopang pembuluh darah rileks dan terbuka untuk melancarkan aliran darah, supaya mengurangi atau menghindar nyeri dada.
Statin. Adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kolesterol dalam darah. Obat ini bekerja bersama dengan menghindar zat yang dibutuhkan tubuh untuk sebabkan kolesterol. Juga digunakan untuk menopang tubuh menyerap ulang kolesterol yang menumpuk di dinding arteri, untuk menghindar penyumbatan di pembuluh darah.
Penghambat saluran kalsium atau (calcium channel blockers). Obat ini termasuk disebut antagonis kalsium, yang sanggup mengendurkan dan memperlebar pembuluh darah bersama dengan pengaruhi sel-sel otot di dinding arteri. Kondisi ini sanggup meningkatkan aliran darah di jantung, mengurangi atau menghindar nyeri dada.
Obat penurun tekanan darah (hipertensi). Jika punya hipertensi, diabetes, tanda-tanda gagal jantung atau penyakit ginjal kronis, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk hipertensi. Dua kelas utama obat untuk membuat sembuh tekanan darah, termasuk angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors atau angiotensin receptor blockers (ARBs).

3. Operasi
Jika langkah mengatasi angin duduk di atas masih tidak efektif, prosedur operasi selanjutnya sanggup dilakukan:

Angioplasti dan Pemasangan Stent
Angioplasti termasuk disebut intervensi koroner perkutan atau percutaneous coronary intervention (PCI), bersama dengan memasukkan balon kecil ke dalam arteri yang menyempit. Balon ini kemudian digembungkan untuk memperlebar arteri, dan kumparan kawat kecil (stent) dimasukkan untuk sebabkan arteri terbuka.

Prosedur ini sanggup meningkatkan aliran darah di jantung, mengurangi atau mengatasi angin duduk. Angioplasti dan pemasangan stent adalah pilihan perawatan yang efektif untuk angin duduk tidak stabil atau kalau pergantian type hidup dan obat-obatan tidak efektif membuat sembuh angin duduk kronis dan stabil.

Operasi Bypass Arteri Koroner
Selama prosedur ini, vena atau arteri berasal dari daerah lain dalam tubuh digunakan untuk memotong arteri jantung yang tersumbat atau menyempit. Operasi bypass sanggup meningkatkan aliran darah ke jantung dan mengurangi atau mengatasi tanda-tanda nyeri dada. Operasi ini efektif untuk angin duduk stabil dan tidak stabil.

Baca Juga :