#KREDIT MOTOR Baru, DP PALING MURAH: YAMAHA-HONDA-SUZUKI Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi # COD-Jangan-Bayar-Sebelum-Motor-Datang
#KREDIT MULTIGUNA JAMINAN BPKB MOBIL-MOTOR, RATE MULAI 0,83% #Mobil: 2001-UP #Motor: 2009-UP
SMS/TELP 24 Jam, 0898 - 6833 - 076 Cukup sms, Kami Telpon Balik
SMS: NAMA # KOTA # TYPE-TAHUN - Contoh: FATMAWATI # JOGLO-JAKARTA # HONDA-VARIO 150-BARU

Syarat Mudah, Proses Cepat, Angsuran Ringan, Leasing Resmi(Tbk.), Aman, dan Terpercaya, #Sabtu-Minggu Tetap Kami Layani

Jangan Salah Memahami BBM Oktan Tinggi, Gunakan Sesuai Kompresi Mesin

Ada yang berpendapat semakin tinggi oktan dari bahan bakar minyak, maka akan semakin bagus untuk mesin kendaraan. Dengar gosip apa dengar fakta? Lalu sekarang ada juga yang memilih kembali pakai Premium karena harganya diturunkan dari Rp8.500 menjadi Rp7.600.

Bila sebelumnya banyak pengguna kendaraan beralih ke BBM jenis Pertamax, maka dengan harga Premium yang kembali turun, kemungkinan banyak lagi yang beralih menggunakan BBM Premium.

Dari pada bingung dan salah kaprah tentang bbm yang cocok untuk kendaraan, sebaiknya Anda sesuaikan spesifikasi BBM dengan rasio kompresi mesin kendaraan. Cara paling mudah mengetahuinya dengan melihat brosur kendaraan saat membelinya. Pada data spesifikasi mesin, tertera angka rasio kompresi.

Semakin tinggi nilai rasio kompresi akan semakin bagus karena pemampatan campuran BBM dan udara yang semakin kuat, sehingga menimbulkan tekanan dan tenaga mesin lebih besar tapi diikuti juga dengan suhu yang lebih tinggi.

Di sinilah peran dari oktan yang terkandung dalam BBM. Semakin tinggi nilai oktan, maka BBM semakin sulit terbakar. Sebaliknya jika BBM beroktan rendah, maka akan meledak terlebih dahulu karena panas mesin, bukan karena percikan api dari busi.

“Ledakan ini akan menembak kepala piston yang sedang bergerak menuju titik mati atas, gejala ini disebut knocking (ngelitik). Bila dibiarkan terus, bisa merusak piston, tenaga mesin tak maksimal dan boros BBM,” terang Yopie, dari bengkel Ultraspeed Racing.

Meski untuk mobil-mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan knocking sensor, sebaiknya tetap sesuaikan dengan jenis BBM yang dipakai. Sedang untuk sepeda motor, perhatikan perubahan rasio kompresi untuk Anda yang doyan oprek mesin.

BBM bersubsidi mempunyai angka research octane number (RON) 88, maka BBM dengan RON 88 hanya cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 7:1 sampai 9:1 saja. Sedangkan BBM RON 92 untuk mesin dengan kompresi 9:1 sampai 10:1 saja. Diatasnya ada RON 95 yang cocok dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.

Sumber: otomotif.metrotvnews.com

Yang Mungkin Anda Lewatkan :