#KREDIT MOTOR Baru, DP PALING MURAH: YAMAHA-HONDA-SUZUKI Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi # COD-Jangan-Bayar-Sebelum-Motor-Datang
#KREDIT MULTIGUNA JAMINAN BPKB MOBIL-MOTOR, RATE MULAI 0,83% #Mobil: 2001-UP #Motor: 2009-UP
SMS/TELP 24 Jam, 0898 - 6833 - 076 Cukup sms, Kami Telpon Balik
SMS: NAMA # KOTA # TYPE-TAHUN - Contoh: FATMAWATI # JOGLO-JAKARTA # HONDA-VARIO 150-BARU

Syarat Mudah, Proses Cepat, Angsuran Ringan, Leasing Resmi(Tbk.), Aman, dan Terpercaya, #Sabtu-Minggu Tetap Kami Layani

Ini Dia Resiko Gonta-ganti Bensin pada Mobil dan Motor

toyota-innova-Pinjaman Uang Tunai Kredit Gadai BPKB Motor Dan Mobil

Belakangan ini, banyak pemilik kendaraan Mobil dan Motoryang sering berganti bahan bakar minyak (BBM). Bila kantong sedang ‘tebal’, mereka biasanya memilih bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) lebih tinggi, seperti Pertamax, produk Shell VP Power, dan sebagainya.

Tapi, Bila kantong sedang pas-pasan, mereka bakal kembali memakai bensin Premium dengan angka RON yang rendah. Alasan gonti-ganti bahan bakar juga biasanya dilakukan karena ingin mencoba-coba. Lalu, apakah kondisi tersebut berbahaya bagi kendaraan?

Menurut Kepala Bengkel Plaza Toyota, Parman Suanda, perilaku seperti itu tidak dianjurkan. Karena, akan berpengaruh terhadap usia pakai kendaraan. Artinya, bahaya-bahaya akan timbul pada bagian mesin, utamanya ruang bakar.

“Tentunya gonta-ganti bahan bakar akan berpengaruh terhadap performa mesin, serta komponen-komponen yang berkaitan dengan ruang pembakaran. Bisa klep berkerak, jarum pelampung bermasalah, bahkan yang terburuk kebocoran kompresi bila dilakukan dalam waktu jangka panjang,” ujar Parman kepada VIVA.co.id, Jumat 12 Juni 2015.

Hal itu, kata dia, terjadi karena banyaknya partikel yang tidak habis terbakar akibat seringnya berganti bahan bakar. Terlebih, setiap bahan bakar memiliki kandungan yang berbeda-beda.

“Sebaiknya pilih satu saja, dan sesuai dengan anjuran pabrik. Memang terkadang ada saja teman, atau orang lain yang bilang kalau pakai bensin ini-itu tarikan akan beda dan sebagainya, sehingga orang jadi berpindah. Padahal, belum ada penelitian resmi,” kata dia.

“Yang pasti, sebaiknya pakai bahan bakar yang sesuai dengan anjuran pabrikan. Itu sudah ditulis lengkap di buku panduan kendaraan,” lanjutnya.

Sumber: otomotif.news.viva.co.id

Yang Mungkin Anda Lewatkan :