#KREDIT MOTOR Baru, DP PALING MURAH: YAMAHA-HONDA-SUZUKI Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi # COD-Jangan-Bayar-Sebelum-Motor-Datang
#KREDIT MULTIGUNA JAMINAN BPKB MOBIL-MOTOR, RATE MULAI 0,83% #Mobil: 2001-UP #Motor: 2009-UP
SMS/TELP 24 Jam, 0898 - 6833 - 076 Cukup sms, Kami Telpon Balik
SMS: NAMA # KOTA # TYPE-TAHUN - Contoh: FATMAWATI # JOGLO-JAKARTA # HONDA-VARIO 150-BARU

Syarat Mudah, Proses Cepat, Angsuran Ringan, Leasing Resmi(Tbk.), Aman, dan Terpercaya, #Sabtu-Minggu Tetap Kami Layani

Berbahayakah? Air Menetes dari Ujung Knalpot Mobil

Ketika memanaskan mesin mobil di pagi hari, banyak pemilik yang sering menemui pemandangan air yang menetes dari ujung knalpot.

Rasa was-was pun kadang timbul di benak para pemilik mobil. Mereka pasti bertanya-tanya, apakah kondisi yang mereka lihat tersebut aman, atau tidak bagi mobil mereka.

Banyak pemilik menduga air tersebut berasal dari ruang mesin dan bisa membuat mesin rusak. Mereka khawatir, jangan-jangan air itu dipicu oleh radiator bocor yang masuk ke mesin, atau kerusakan-kerusakan kecil lainnya yang bila didiamkan dapat memperparah keadaan.

Dilansir Astraworld, sebenarnya, air yang keluar dari knalpot tidak mengindikasikan bahaya. Air tersebut keluar karena proses kimia biasa.

Penjelasannya terkait dengan rumus kimia. Rumus kimia bahan bakar atau bensin (C8H18) dan Oksigen (O2). Pembakaran sempurna mensyaratkan bahan bakar dan oksigen dalam komposisi yang tepat, yaitu dilambangkan dengan formula 2C8H18 + 25O2. Formula ini akan menghasilkan 16 CO2 + 18H2O.

Bila memperhatikan rumus kimia terakhir, di sana tertera H2O. Nah, H2O inilah yang disebut dengan air. Ia akan terlihat pada ujung knalpot, terutama pada saat posisi mesin idling.

Selain hasil dari proses pembakaran, bisa saja ada embun di dalam knalpot, karena temperatur belum panas. Embun ini akan terbuang keluar karena dorongan gas buang dari knalpot.

Pada saat temperatur naik, air ini akan menguap sehingga tidak ada lagi air keluar dari knalpot.

Maka itu, tidak perlu cemas. Hal ini bahkan menandakan bahwa pembakaran berlangsung sempurna. Campuran bahan bakar dan udara yang ideal, waktu pengapian dan bunga api tepat, serta tekanan pembakaran alias kompresi cukup.

Bila ketiga hal ini tidak terpenuhi, akan sangat mungkin proses pembakaran tidak berlangsung optimal.

Suhu dingin

Pada daerah bersuhu dingin, kejadian air menetes dari knalpot sering terjadi karena sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh temperatur udara sekeliling yang dingin. Untuk daerah beriklim tropis, saat musim hujan, potensi terlihatnya air menetes dari knalpot semakin besar.

Setelah hujan turun, otomatis temperatur udara akan turun. Air yang dihasilkan dari proses pembakaran tadi sebagian tidak akan menguap karena temperatur dingin, namun tetap menjadi butiran air yang keluar lewat knalpot. Sedangkan sebagian lagi yang menguap, biasanya terlihat seperti asap tipis yang keluar dari knalpot.

Pemilik baru perlu curiga jika ada masalah di mesin mobil, yakni keluar asap tebal keluar dari knalpot, dibarengi dengan adanya endapan hitam oli mesin serta kuantitas oli mesin yang sering berkurang.

Sumber: otomotif.news.viva.co.id

Yang Mungkin Anda Lewatkan :